Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
OJK Waspadai Dampak Karhutla ke Perbankan, Ini Sektor yang Tertekan
Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan. (Dok. Bakom RI)
  • OJK menilai karhutla luas di Kalimantan berpotensi menekan pertanian, perkebunan, perdagangan, industri, pariwisata, ekonomi, dan pendidikan melalui kerusakan ekosistem, aset, serta aktivitas ekonomi.
  • Monitoring dan stress test rutin OJK bersama perbankan menunjukkan permodalan bank masih memadai untuk menyerap potensi risiko bencana alam, termasuk dampak karhutla.
  • OJK mencermati bank dengan eksposur besar di sektor dan wilayah terdampak, mendorong pengelolaan risiko prudent, serta berkoordinasi dengan KSSK untuk memperkuat kebijakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara luas di Kalimantan berpotensi berdampak terhadap sejumlah sektor ekonomi.

Dian menyebut karhutla secara historis memberikan dampak luas terhadap ekosistem, sosial, dan ekonomi. Dampak tersebut antara lain berupa kerusakan hutan dan ekosistem, kerugian aset, serta penurunan aktivitas ekonomi.

“Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, beberapa sektor ekonomi yang berpotensi terdampak atas karhutla, yaitu sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, industri, pariwisata dan ekonomi, serta pendidikan,” ujar Dian.

1. Stress test OJK, permodalan memadai untuk serap potensi risiko karhutla

Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni)

Menurutnya, OJK bersama perbankan secara rutin melakukan monitoring dan stress test untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko, termasuk yang berasal dari bencana alam. Melalui stress test tersebut, OJK dan perbankan dapat mengidentifikasi sejak dini kondisi yang perlu menjadi perhatian sekaligus menyiapkan mitigasi risiko yang tepat dan terukur.

"Hasil stress test OJK maupun perbankan menunjukkan tingkat permodalan perbankan saat ini masih memadai untuk menyerap potensi risiko yang disebabkan oleh bencana alam," tegasnya.

2. OJK cermati perkembangan karhutla dan dampaknya ke bank

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae. (dok. YouTube OJK)

Meski demikian, OJK tetap mencermati perkembangan karhutla, khususnya terhadap bank yang memiliki eksposur signifikan pada sektor dan wilayah yang terdampak.

“OJK mendorong bank untuk melakukan pemantauan dan pengelolaan risiko secara prudent,” katanya.

3. OJK akan terus koordinasi dengan tim KSSK

OJK (facebook.com/Otoritas Jasa Keuangan)

Selain itu, OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, termasuk yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat monitoring dan bauran kebijakan serta memastikan langkah-langkah yang diperlukan dapat dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan langkah tersebut, OJK berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan tetap sehat dan berkelanjutan di tengah potensi dampak ekonomi dari karhutla.

Curated For You

Editorial Team

Related Article