Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Oracle Bakal PHK Massal Imbas Terlilit Utang dan Investasi AI

Oracle Bakal PHK Massal Imbas Terlilit Utang dan Investasi AI
Oracle (oracle.com)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Oracle berencana melakukan PHK massal terhadap 20–30 ribu karyawan akibat tekanan finansial dari investasi besar pada pusat data berbasis AI.
  • Perusahaan menghadapi krisis likuiditas dan utang mencapai lebih dari 108 miliar dolar AS, dengan restrukturisasi senilai 1,6 miliar dolar AS untuk pesangon.
  • Larry Ellison menegaskan ambisi Oracle membangun 'AI Lakehouse' guna mengolah data privat bernilai tinggi sebagai sumber utama pertumbuhan bisnis AI perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Raksasa perangkat lunak Oracle dikabarkan tengah bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap puluhan ribu karyawannya. Langkah itu diambil di tengah tekanan finansial.

Perusahaan menghadapi tekanan yang kian memuncak akibat investasi besar-besaran perusahaan dalam membangun pusat data berbasis akan imitasi (AI).

Dilansir Fox Business, Oracle berpotensi memangkas sekitar 20 ribu hingga 30 ribu posisi. Angka tersebut setara dengan 12-18 persen dari total 162 ribu tenaga kerja global mereka. Bloomberg menyebutkan proses perampingan kemungkinan besar dimulai secepatnya pada Maret 2026.

Table of Content

1. Masalah likuiditas dan utang yang menumpuk

1. Masalah likuiditas dan utang yang menumpuk

Oracle Bakal PHK Massal Imbas Terlilit Utang dan Investasi AI
ilustrasi utang (vecteezy.com/Bigc Studio)

Sebagaimana dilansir Fortune, krisis kas atau cash crunch menjadi pemicu utama di balik keputusan pahit perusahaan. Oracle harus menggelontorkan dana fantastis untuk pembangunan infrastruktur pusat data, yang diprediksi Wall Street akan membuat arus kas perusahaan tetap negatif dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai bagian dari strategi transformasi menjadi penyedia cloud, Oracle telah menyiapkan anggaran restrukturisasi hingga 1,6 miliar dolar AS untuk 2026. Dana tersebut mayoritas dialokasikan untuk biaya pesangon.

Selain itu, beban finansial perusahaan kian berat dengan total utang yang melonjak menjadi 108,1 miliar dolar AS per paruh pertama tahun fiskal ini. Oracle juga tercatat memiliki kewajiban sewa pusat data di masa depan yang mencapai 248 miliar dolar AS.

2. Upaya meyakinkan investor di tengah bayang-bayang utang

Oracle Bakal PHK Massal Imbas Terlilit Utang dan Investasi AI
ilustrasi utang (pexels.com/Nicola Barts)

Co-CEO Oracle Clay Magouyrk sebelumnya sempat berusaha menenangkan kekhawatiran para investor. Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap menjaga peringkat utang di level investment grade.

Saat ini, Moody’s menempatkan Oracle pada rating Baa2, posisi yang masih berada di atas kategori junk, namun jauh di bawah kompetitor seperti Google dan Meta.

Magouyrk juga mengecilkan estimasi analis yang menyebut Oracle butuh lebih dari 100 miliar dolar AS untuk merampungkan proyek pusat datanya. Menurutnya, kebutuhan dana riil yang harus dihimpun perusahaan akan jauh lebih kecil dari perkiraan pasar tersebut.

“Berdasarkan yang kami lihat saat ini, kami memperkirakan kebutuhan dana yang harus dihimpun lebih kecil, bahkan jauh lebih kecil dari angka tersebut untuk membiayai pembangunan ini," ujarnya.

3. Ambisi besar jadikan data privat sebagai "tambang" AI

Oracle Bakal PHK Massal Imbas Terlilit Utang dan Investasi AI
pendiri Oracle, Larry Ellison (oracle.com)

Belanja modal (capex) Oracle memang meroket tajam dari 6,9 miliar dolar AS menjadi 21,2 miliar dolar AS pada tahun lalu, dan diproyeksikan menyentuh 50 miliar dolar AS tahun ini. Pendiri sekaligus Executive Chairman Oracle, Larry Ellison menjelaskan, itu adalah bagian dari transformasi tiga tahap perusahaan.

Fase tersebut dimulai dengan mengintegrasikan database Oracle ke layanan cloud kompetitor, diikuti dengan proses vectorizing data agar kompatibel dengan model AI. Puncaknya, Ellison ingin membangun "AI Lakehouse" yang mampu mengolah seluruh data perusahaan menjadi informasi bernilai tinggi.

Ellison berpendapat, meski melatih AI dengan data publik adalah bisnis yang tumbuh cepat, potensi ekonomi sesungguhnya terletak pada pengolahan data privat. Dia optimistis karena saat ini Oracle mengelola mayoritas data privat paling bernilai di dunia.

"Model AI yang melakukan penalaran terhadap data privat akan menjadi bisnis yang jauh lebih besar dan lebih bernilai. Database Oracle menyimpan sebagian besar data privat bernilai tinggi di dunia," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jumawan Syahrudin
Jujuk Ernawati
Jumawan Syahrudin
EditorJumawan Syahrudin
Follow Us

Latest in Business

See More