Keluar dari OPEC, Segini Stok Minyak Milik Uni Emirat Arab

- Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC dan OPEC+ setelah evaluasi strategi energi nasional, menandai langkah besar dalam kebijakan minyak negaranya.
- UEA memiliki cadangan minyak terbukti 113 miliar barel pada 2025, cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik sekitar 353 tahun ke depan.
- Pada 2024, UEA memproduksi 4,51 juta barel per hari dan mengekspor lebih dari separuh produksinya, dengan tren ekspor minyak mentah naik signifikan sejak tahun 2000.
Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan mengakhiri keanggotaannya di dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak, OPEC, serta aliansi OPEC+. Keputusan itu diambil menyusul evaluasi mendalam terhadap strategi energi nasional negara tersebut.
Data terbaru menunjukkan Uni Emirat Arab (UEA) memiliki cadangan minyak terbukti sebanyak 113 miliar barel per tahun 2025, menempatkannya di peringkat keenam dunia, dengan kontribusi sekitar 6,40 persen dari total cadangan minyak global yang mencapai 1.765.151.568.000 barel.
Selain itu, berdasarkan tingkat konsumsi 2024, cadangan tersebut setara dengan 352,6 kali lipat dari kebutuhan tahunan negara. Artinya, tanpa memperhitungkan ekspor bersih dan cadangan yang belum terbukti, UEA tercatat masih memiliki cadangan minyak yang cukup untuk sekitar 353 tahun ke depan.
1. Konsumsi minyak di UEA

Terkait pola konsumsi, dilansir Worldometer, UEA dilaporkan menggunakan 877.966 barel minyak per hari sepanjang 2024. Jumlah tersebut menempatkan UEA di posisi ke-24 dunia dalam hal konsumsi minyak, atau mencakup sekitar 0,86 persen dari total konsumsi global sebesar 102.559.503 barel per hari.
Secara per kapita, dengan populasi penduduk sebanyak 11.027.129 jiwa pada 2024, konsumsi minyak di negara tersebut mencapai 3,34 galon per orang setiap harinya. Angka ini setara dengan 1.221 galon atau sekitar 29 barel per kapita per tahun.
2. Produksi minyak di UEA

Dalam sektor produksi, UEA mencatatkan angka 4.514.224 barel minyak per hari pada 2024. Capaian ini membuat UEA menempati peringkat ketujuh sebagai negara produsen minyak terbesar di dunia.
Berdasarkan data 2025, tingkat produksi pada 2024 tersebut menunjukkan, UEA menghasilkan sekitar 1,46 persen dari cadangan terbuktinya setiap tahun.
3. Impor dan ekspor minyak UEA

Dilansir The International Energy Agency (IEA), dalam aktivitas perdagangan, net ekspor minyak mentah UEA tercatat sebesar 60,2 persen dari total produksi minyak mentah pada 2023.
Tren ekspor minyak mentah sendiri mengalami kenaikan sebesar 40 persen dalam rentang 2000 sampai 2023. Adapun kontribusi ekspor minyak mentah terhadap total ekspor energi tercatat sebesar 71 persen pada 2023.
Untuk sektor produk minyak, net ekspor tercatat sebesar 53,4 persen dari total produksi produk minyak 2023. Tren ekspor produk minyak menunjukkan lonjakan sebesar 133 persen untuk periode 2000 hingga 2023. Pangsa ekspor produk minyak terhadap total ekspor energi berada di angka 26 persen pada 2023.
![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara di Asia, Uji Pengetahuanmu!](https://image.idntimes.com/post/20241205/dileesh-kumar-dbppqnkhc7u-unsplash-d089e2e6e27dcbc257bd0b611ae3ac69.jpg)

















