- Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini
- Wakil Komisaris Utama: Rudy Salahuddin Ramto
- Komisaris: Luky Alfirman
- Komisaris: Yuliot
- Komisaris Independen: Mia Amiati
- Komisaris Independen: Bintoro K. Pardewo.
Bank Mandiri Pangkas Jumlah Komisaris, M Yusuf Ateh Dicopot

- RUPST Bank Mandiri 2026 memutuskan pengurangan jumlah komisaris dari tujuh menjadi enam orang, dengan pemberhentian Muhammad Yusuf Ateh dari jabatan Komisaris.
- Susunan baru Dewan Komisaris dipimpin Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama, sementara Timothy Utama kembali diangkat sebagai Direktur Operations dalam jajaran Direksi terbaru.
- Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai Rp44,47 triliun atau 79 persen dari laba bersih 2025, termasuk dividen interim yang telah dibayarkan Januari 2026.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memangkas jumlah komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar Rabu (29/4/2026).
Pemegang saham menyetujui pemberhentian Muhammad Yusuf Ateh dari jabatan Komisaris Bank Mandiri. Dengan demikian, jumlah Dewan Komisaris Bank Mandiri kini hanya 6 orang, dari sebelumnya 7 orang.
1. Susunan Dewan Komisaris Bank Mandiri yang terbaru

Dengan keputusan itu, susunan Dewan Komisaris perseroan menjadi:
2. Susunan Dewan Direksi Bank Mandiri

RUPST itu juga memberhentikan dan mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations Bank Mandiri. Berikut susunan Direksi Bank Mandiri yang terbaru:
- Direktur Utama: Riduan
- Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan
- Direktur Operations: Timothy Utama
- Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria
- Direktur Risk Management: Danis Subyantoro
- Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo
- Direktur Corporate Banking: Mochamad Rizaldi
- Direktur Consumer Banking: Saptari
- Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi
- Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini
- Direktur Network & Retail Funding: Jan Winston Tambunan
- Direktur Information & Technology: Sunarto.
3. Bank Mandiri bagikan dividen tunai Rp44,47 triliun

Pemegang saham juga menyepakati pembagian dividen sebesar Rp44,47 triliun. Dividen tersebut merupakan 79 persen dari laba bersih yang dicetak perusahaan sepanjang 2025, yakni senilai Rp56,3 triliun.
Dalam risalah keputusan RUPST, dividen tunai itu sudah termasuk dalam dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada 14 Januari 2026 lalu, sejumlah Rp9,32 triliun.
Masing-masing pemegang saham mendapatkan dividen senilai Rp476,96 per lembar saham. Dengan pembagian dividen interim di awal tahun, maka sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp376,96 per saham.


















