Orang Terkaya Afrika Gandeng BUMN China untuk Ekspansi Industrinya

- Aliko Dangote menandatangani perjanjian senilai 400 juta dolar AS dengan BUMN China, XCMG, untuk memperluas proyek kilang minyak dan petrokimia milik Dangote Group di Afrika.
- Kerja sama ini akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 1,4 juta barel per hari serta memperkuat infrastruktur industri besar yang mendukung ekspansi energi dan petrokimia di kawasan tersebut.
- Dangote juga memprediksi penguatan mata uang naira Nigeria menjadi sekitar 100 per dolar AS, seiring reformasi ekonomi dan peningkatan kinerja sektor manufaktur nasional.
Jakarta, IDN Times - Orang terkaya Afrika, Aliko Dangote menyetujui perjanjian dengan perusahaan milik negara China di bidang mesin konstruksi, XCMG senilai 400 juta dolar AS (Rp6,75 triliun). Perjanjian Ini terkait rencana pembangunan dan ekspansi kilang minyak dan petrokimia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Dangote sudah berkenspasi di sejumlah negara Afrika. Terakhir kalinya, Dangote sudah mengumumkan rencana investasi besar di Burundi.
1. Berfungsi meningkatkan proyek industri skala besar

Perjanjian antara Dangote Group dan XCMG berguna untuk meningkatkan kapasitas kilang minyak. Selain itu, memperkuat eksekusi sejumlah proyek industri skala besar milik Dangote Group. Dilansir Nairametrics, XCMG akan mendukung ekspansi infrastruktur kilang minyak dan petrokimia dengan pengiriman peralatan hingga 3 tahun ke depan.
Peralatan tersebut penting untuk masa depan pembangunan proyek-proyek milik Dangote Group. Setelah pembangunan kilang minyak selesai, Dangote Group diperkirakan akan mampu memproduksi 1,4 juta barel minyak per hari. Angka itu akan membuat Dangote Group sebagai salah satu kilang minyak terbesar di dunia.
2. Dangote tingkatkan produksi BBM di Nigeria

Pada Januari 2026, kilang minyak milik Dangote Group mampu meningkatkan kapasitas produksinya. Kilang minyak itu mampu memproduksi 40,1 juta liter minyak mentah per hari atau setara dengan 57 persen dari total BBM Nigeria.
Dilansir Business Insider Africa, kilang minyak itu sudah menyuplai 62 persen dari Premium Motor Spirit dan mengurangi impor BBM Nigeria. Dampaknya tak hanya bagi Nigeria, tapi tingginya produksi BBM ini juga dapat dirasakan hingga ke Ghana, Togo, dan Kamerun.
Ekspansi lain dari Dangote adalah meningkatkan produksi polipropilena dari awalnya 900 ribu menjadi 2,4 juta metrik tonper tahun. Selain itu, Dangote Group juga berupaya mendongkrak produksi pupuk urea hingga 9 juta metrik ton per tahun.
3. Dangote memprediksi mata uang naira akan menguat

Pada saat yang sama, Dangote memprediksi bahwa mata uang naira akan menguat. Mata uang Nigeria itu diprediksi akan menguat menjadi 100 naira per 1 dolar AS.
Saat ini, nilai tukar mata uang naira mencapai 1.300 naira per 1 dolar AS. Dangote menilai bahwa pemerintah sudah melakukan reformasi dan menunjukkan sinyal lebih baik di masa depan.
“Maksud saya, hari ini, jika Anda melihat itu, saya percaya bahwa kebijakan Anda akan mampu membuahkan hasil dan sejumlah perusahaan manufaktur akan sangat, sangat senang,” terangnya, dikutip dari Punch News.



.jpg)








