Jakarta, IDN Times - Kepala Ekonom Asia Timur dan Pasifik World Bank, Aditya Mattoo, mengingatkan adanya potensi derasnya arus keluar modal (capital outflow) dari negara berkembang, termasuk Indonesia, di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.
Ia mengatakan fenomena ini dinilai berpotensi menekan pasar keuangan domestik, baik saham maupun obligasi, serta membayangi prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini ironis. Ketika terjadi kekacauan, siapa pun pemicunya, modal akan mencari tempat yang paling aman,” ujar Mattoo dalam laporan perkembangan ekonomi Asia Timur dan Pasifik, Rabu (8/4/2026).
