Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback juga turun lebih dalam Rp37 ribu sehingga dibanderol Rp2,557 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu, Dibanderol Rp2,754 Juta per Gram

- Harga emas Antam turun Rp31 ribu per gram menjadi Rp2,754 juta, sementara harga buyback ikut turun Rp37 ribu ke Rp2,557 juta per gram sesuai data logammulia.com.
- Emas dinilai sebagai instrumen investasi jangka panjang yang stabil dan berfungsi sebagai diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan dengan saham atau properti.
- Investasi emas banyak dipilih investor konservatif karena risikonya rendah, namun kurang cocok untuk tujuan jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli yang cukup besar.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp31 ribu per gram pada Kamis (28/5/2026). Dengan demikian, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp2,754 juta per gram.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tiga persen untuk yang tidak memegang NPWP.
1. Rincian harga emas Antam hari ini
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1,427 juta
- Harga emas 1 gram: Rp2,754juta
- Harga emas 2 gram: Rp5,448 juta
- Harga emas 3 gram: Rp8,147 juta
- Harga emas 5 gram: Rp13,545 juta
- Harga emas 10 gram: Rp27,035 juta
- Harga emas 25 gram: Rp67,462 juta
- Harga emas 50 gram: Rp134,84 juta
- Harga emas 100 gram: Rp269,61 juta
- Harga emas 250 gram: Rp673,76 juta
- Harga emas 500 gram: Rp1,347miliar
- Harga emas 1.000 gram: Rp2,69 miliar.
2. Emas jadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar lima hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Investasi emas sering digunakan untuk investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!



















