Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Lesu Imbas Investor Ragukan Gencatan Senjata AS-Iran

Rupiah Lesu Imbas Investor Ragukan Gencatan Senjata AS-Iran
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.038 per dolar AS, turun 0,15 persen dibanding penutupan sebelumnya di tengah penguatan dolar Amerika.
  • Pelemahan rupiah dipicu keraguan investor terhadap keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran setelah tuduhan pelanggaran kesepakatan oleh Iran terkait serangan Israel ke Lebanon.
  • Analis memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.950–Rp17.100 per dolar AS dengan tren pelemahan tahunan mencapai sekitar 2,10 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau mengawali perdagangan Kamis (9/4/2026) dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah dibuka di posisi Rp17.032 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.02 WIB, rupiah pagi ini sudah bertengger di level Rp17.038 per dolar AS, melemah 26,00 poin atau 0,15 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.012 per dolar AS.

1. Rupiah kemungkinan akan melemah terbatas

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah hari ini akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah secara terbatas akibat rebound alias kondisi di mana nilai dolar AS kembali naik setelah sempat turun.

Namun, rupiah dinilai masih mendapatkan dukungan dari sentimen risk on. Sentimen risk on sendiri merupakan sebuah kondisi di mana para pemodal kembali memiliki keberanian untuk masuk ke aset-aset yang lebih berisiko.

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas tertekan oleh rebound pada dolar AS namun didukung oleh sentimen risk on," kata dia.

2. Pasar ragukan gencatan senjata AS-Iran

Tekanan pada rupiah dipicu kekhawatiran investor yang mulai meragukan apakah gencatan senjata di Timur Tengah dapat bertahan lama. Hal itu terjadi setelah adanya tuduhan dari pihak Iran yang menyebut AS telah melanggar kesepakatan damai.

Tuduhan tersebut berkaitan dengan serangan Israel terhadap Lebanon yang dianggap Iran sebagai bentuk pelanggaran dari komitmen yang telah dibuat. Ketidakpastian mengenai perdamaian itu membuat pelaku pasar kembali waspada.

"Pasar mulai meragukan apabila gencatan senjata dapat bertahan, merespon tuduhan Iran bahwa AS telah melanggar kesepakatan, dengan menyinggung serangan Israel terhadap Lebanon," ujar Lukman.

3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini

Melihat dinamika yang terjadi, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Rntang pergerakan mata uang Garuda diperkirakan akan berada pada kisaran Rp16.950 hingga Rp17.100 per dolar AS.

Jika melihat pergerakan sejak awal tahun, rupiah saat ini mencatatkan pelemahan sebesar 2,10 persen. Sementara itu, dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, nilai tukar rupiah terpantau bergerak di rentang Rp16.079 hingga Rp17.119 per dolar AS.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Business

See More