ilustrasi obligasi (vecteezy.com/Anton Rysak)
Menurut Purbaya, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi pemerintah mendiversifikasi sumber pembiayaan agar tidak hanya bergantung pada pasar obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).
Ke depan, pemerintah juga berencana memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi tersebut. Melalui mekanisme itu, investor dapat membayar menggunakan mata uang yuan, sementara pemerintah menerima dana dalam rupiah melalui kerja sama antara bank sentral kedua negara.
Selain itu, kerja sama dengan bank sentral China memberikan Indonesia akses likuiditas hingga sekitar 50 miliar dolar AS. Meskipun fasilitas tersebut tidak tercatat sebagai cadangan devisa resmi, secara praktis Indonesia memiliki bantalan likuiditas yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Kalau mekanisme LCT berjalan optimal, ketergantungan kita terhadap dolar akan semakin berkurang sehingga dapat membantu menjaga stabilitas rupiah," kata Purbaya.