Diskusi Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia dalam rangka Indonesia Critical Minerals Conference 2026. (Dok. Kadin).
Mata dunia internasional pun semakin tajam dalam menyoroti praktik pertambangan di Indonesia. Executive Director NiPERA, Chris Schlekat, mengingatkan, pasar global kini mewajibkan bukti konkret terkait praktik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).
"Ke depan, akses pasar global akan semakin ditentukan oleh kemampuan produsen untuk menunjukkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dapat diverifikasi. Karena itu, penting bagi industri untuk mengacu pada standar yang kredibel, relevan, dan berbasis sains agar klaim mengenai praktik-praktik tersebut dapat diukur secara objektif," ujar Chris Schlekat.
Community Outreach Coordinator IRMA, Andre Barahamin, mengatakan, perusahaan tambang dituntut untuk transparan dan berani menjalani proses audit independen secara berkala. Transparansi ini menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat lokal, investor, dan pasar internasional terhadap keberlanjutan industri nikel nasional.
"Transparansi bukan tentang membuka ruang untuk saling menyalahkan, tetapi memberikan fondasi yang sama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memahami kemajuan yang telah dicapai dan perbaikan yang masih perlu dilakukan. Audit independen dapat membantu perusahaan memetakan langkah perbaikan secara lebih jelas sekaligus membangun kepercayaan dengan masyarakat, investor, dan pasar global," kata Andre Barahamin.