Pelindo Dorong Integrasi Tarif JTCC Buat Tekan Biaya Logistik

- JTCC sebagai penghubung strategis logistik, menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok, mempercepat waktu tempuh, dan memangkas biaya distribusi barang.
- Pengembangan layanan JTCC meliputi pembangunan Rest Area & Logistic Hub, penambahan pintu tol baru, serta proyek New Port Eastern Access (NPEA) untuk meningkatkan pemanfaatan bagi masyarakat dan pelaku logistik.
- Integrasi koridor logistik antar kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan dinilai kunci efisiensi dalam menekan biaya distribusi dan membuat tarif tol lebih terjangkau bagi pelaku usaha.
Jakarta, IDN Times - Pengelola Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) menyatakan tengah mengupayakan integrasi tarif dengan ruas tol lain di Jakarta untuk memperluas akses sekaligus menekan biaya logistik.
Plt. Direktur Utama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) Erwan Dwi Winanto mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga efisiensi logistik nasional, khususnya menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
“Saat ini kami tengah mengupayakan adanya integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain di Jakarta. Hal ini kami maksudkan untuk memperluas aksesibilitas JTCC bagi masyarakat dan pelaku usaha juga untuk menciptakan tarif JTCC yang kompetitif untuk mendukung efisiensi logistik,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
1. JTCC menghubungkan sejumlah wilayah dengan kawasan industri

JTCC merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2) dan menghubungkan Bekasi, Cikarang, Karawang, serta kawasan industri di sekitarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Tol sepanjang 34,76 km itu dikelola oleh CTP, yang memegang hak konsesi sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Sejak beroperasi penuh pada 2023, JTCC tersambung dengan JORR2 dan diharapkan mempercepat waktu tempuh, mengurangi kemacetan, serta memberi alternatif rute bagi pengguna jalan. Konektivitasnya dipandang krusial dalam memangkas biaya dan durasi distribusi barang dari kawasan industri ke pelabuhan.
2. Pengembangan layanan JTCC

CTP menyiapkan sejumlah pengembangan untuk meningkatkan fungsi JTCC. Rest Area & Logistic Hub akan dibangun di KM 92, serta beberapa pintu tol baru akan ditambahkan untuk memperluas akses. Selain itu, akses langsung ke Terminal Kalibaru melalui proyek New Port Eastern Access (NPEA) di KM 108 sedang digarap untuk meminimalkan kemacetan dan memperlancar distribusi barang.
Seluruh proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan JTCC bagi masyarakat, pelaku logistik, dan industri, sekaligus mendorong efisiensi dan daya saing logistik nasional.
3. Integrasi koridor logistik dinilai kunci efisiensi

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menekankan pentingnya integrasi koridor logistik antar kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan. Menurut Mahendra, penyelarasan tarif tol juga menjadi bagian dari upaya menekan biaya distribusi.
“Integrasi ini tidak hanya akan meningkatkan kelancaran pengiriman barang, tetapi juga membuka ruang bagi penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif bagi pelaku usaha,” kata dia.


















