Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Pembelian Bitcoin oleh Strategy Selalu Jadi Sorotan?
Michael Saylor (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Strategy yang dipimpin Michael Saylor membeli 4.603 BTC senilai US$369,7 juta, mendorong total kepemilikannya menjadi 845.050 BTC, terbesar di antara perusahaan publik.
  • Kepemilikan Strategy setara lebih dari 4% batas pasokan Bitcoin, sehingga akumulasi konsisten perusahaan menjadi sinyal penting bagi investor dan menambah permintaan pasar.
  • Pembelian terbaru dibiayai penjualan 4,53 juta saham MSTR; langkah Strategy dapat memengaruhi sentimen, tetapi harga Bitcoin tetap bergantung pada likuiditas, penjualan, dan kondisi pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap kali Strategy mengumumkan pembelian Bitcoin, pasar kripto biasanya langsung memberikan perhatian besar. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini bukan sekadar salah satu investor institusional, melainkan pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik. Pembelian terbarunya sebanyak 4.603 BTC senilai US$369,7 juta kembali memperlihatkan besarnya pengaruh aktivitas Strategy terhadap perhatian pasar.

Namun, sorotan tersebut bukan berarti setiap pembelian Strategy pasti langsung mendorong harga Bitcoin naik. Pasar tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga aktivitas investor lain. Berikut beberapa alasan mengapa pembelian Bitcoin oleh Strategy selalu jadi sorotan pasar.

1. Strategy memegang Bitcoin dalam jumlah yang sangat besar

ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik)

Alasan utama pasar memperhatikan Strategy adalah besarnya jumlah Bitcoin yang telah dikumpulkan perusahaan ini. Setelah pembelian terbaru, Strategy memiliki 845.050 BTC yang diperoleh dengan total biaya sekitar US$63,73 miliar. Jumlah tersebut menjadikan Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar dan setara dengan lebih dari 4 persen dari batas maksimum pasokan Bitcoin sebanyak 21 juta BTC.

Besarnya kepemilikan tersebut membuat setiap pembelian baru memiliki nilai simbolis bagi pasar. Ketika Strategy kembali membeli, investor melihat bahwa salah satu pemegang Bitcoin terbesar masih bersedia menambah eksposurnya terhadap aset tersebut. Karena perusahaan dikenal sebagai pemegang jangka panjang, Bitcoin yang dibeli Strategy juga cenderung tidak segera kembali ke pasar untuk diperdagangkan.

2. Pembeliannya menambah permintaan di pasar

ilustrasi grafik dalam market (pexels.com/AlphaTradeZone)

Pembelian Strategy menarik perhatian karena perusahaan benar-benar mengalokasikan modal dalam jumlah besar untuk memperoleh Bitcoin. Pada pembelian terakhir, perusahaan menghabiskan US$369,7 juta untuk membeli 4.603 BTC dengan harga rata-rata US$80.318 per Bitcoin. Transaksi tersebut menjadi pembelian pertama Strategy sejak akhir Juni, setelah periode ketika perusahaan tidak menambah kepemilikannya.

Permintaan dari pembeli besar dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keseimbangan pasar. Namun, dampaknya tidak selalu langsung terlihat pada harga karena Bitcoin diperdagangkan secara global dengan volume yang sangat besar. Kondisi likuiditas, aktivitas penjualan, dan posisi investor lain tetap menentukan apakah tambahan permintaan tersebut mampu mendorong harga secara signifikan.

3. Cara Strategy membeli Bitcoin juga menjadi perhatian

ilustrasi uang dan bitcoin (pexels.com/Kaboompics)

Strategy memiliki pendekatan yang berbeda dari investor biasa dalam mengumpulkan Bitcoin. Untuk membiayai pembelian terbarunya, perusahaan menjual sekitar 4,53 juta saham MSTR dan memperoleh dana bersih sekitar US$602,8 juta. Sebagian dana tersebut digunakan untuk membeli Bitcoin, sementara sisanya dialokasikan untuk pembelian kembali saham preferen, pembayaran dividen, dan penambahan kas perusahaan.

Karena itu, kemampuan Strategy membeli Bitcoin berkaitan erat dengan akses perusahaan terhadap pasar modal. Investor tidak hanya memperhatikan jumlah BTC yang dibeli, tetapi juga sumber dana yang digunakan untuk membelinya. Aktivitas penerbitan saham dan instrumen pendanaan lainnya dapat memberikan gambaran tentang seberapa besar kapasitas Strategy untuk melanjutkan strategi akumulasinya.

4. Langkah Strategy dapat memengaruhi sentimen investor

ilustrasi market cryptocurrency (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Strategy dikenal sebagai perusahaan yang sangat konsisten membeli dan menyimpan Bitcoin. Karena kepemilikannya sangat besar, setiap pembelian baru sering menarik perhatian investor dan pelaku pasar. Langkah tersebut dapat meningkatkan optimisme karena menunjukkan bahwa perusahaan besar masih bersedia mengalokasikan dana untuk membeli Bitcoin.

Meski begitu, pembelian Strategy tidak selalu membuat harga Bitcoin langsung naik. Investor tetap mempertimbangkan banyak faktor lain, seperti kondisi ekonomi dan pergerakan pasar secara keseluruhan. Karena itu, keputusan Strategy dapat memengaruhi sentimen investor, tetapi tidak dapat menjadi penentu pergerakan harga Bitcoin.

Pembelian Bitcoin oleh Strategy selalu jadi sorotan karena perusahaan tersebut memiliki kepemilikan yang besar dan terus mengumpulkan aset secara konsisten. Karena itu, setiap pembelian baru selalu menarik perhatian pasar dan dapat menunjukkan adanya minat dari perusahaan besar terhadap Bitcoin. Meski demikian, pembelian Strategy bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga Bitcoin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article