Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Bidik Terbitkan Panda Bond pada Juli 2026
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond di pasar keuangan China pada Juli 2026 sebagai langkah diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional.
  • Kemenkeu telah melakukan roadshow ke China dan menarik minat 15 investor besar serta beberapa lembaga yang siap menjadi penjamin emisi Panda Bond.
  • Penerbitan Panda Bond menjadi bagian strategi jangka panjang pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat kemitraan ekonomi, dan meningkatkan kepercayaan investor internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah Indonesia mau bikin surat utang namanya Panda Bond di China pada Juli 2026. Pak Menteri Keuangan dan timnya sudah ke China buat ketemu orang penting dan calon pembeli. Banyak bank besar dari China tertarik bantu dan beli. Sekarang izin dan urusan kertasnya masih dikerjakan supaya bisa jalan nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond, surat utang negara yang diterbitkan di pasar keuangan China, pada Juli 2026. Instrumen tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan sekaligus mendiversifikasi pendanaan di luar pasar dan mata uang tertentu.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Herman Saheruddin, mengatakan pemerintah Indonesia telah memperoleh dukungan dari Kementerian Keuangan China dan Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) untuk menerbitkan Panda Bond.

"InsyaAllah terbit pada Juli 2026. Perizinannya juga harus masuk ke PBOC. Kemarin Pak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) sudah bertemu dengan gubernur bank sentral China. Namun, proses administrasi tetap harus kita lakukan," ujar Herman dikutip, Jumat (26/6/2026).

1. Menkeu sudah roadshow kepada calon investor untuk proses administrasi penerbitan Panda Bond

Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Herman menjelaskan, Kemenkeu telah melakukan kunjungan kerja ke China pada 17–20 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menggelar roadshow kepada calon investor sekaligus mengurus proses administrasi penerbitan Panda Bond.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 15 investor menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam penerbitan Panda Bond. Beberapa di antaranya adalah Agricultural Bank of China, Zhongou Asset Management, ICBC Wealth Management, Minsheng Tonghui AMC, CITIC-Prudential Life Insurance Company, Bank of China Wealth Management, China Exim Bank, dan Harvest Fund Management.

2. Panda Bond punya daya tarik bagi investor

ilustrasi investor (freepik.com/jannoon028)

Menurut Herman, minat yang tinggi dari investor menunjukkan Panda Bond memiliki daya tarik yang kuat di pasar keuangan China. Selain itu, sejumlah lembaga juga telah menyatakan minat untuk menjadi penjamin emisi (underwriter) dalam penerbitan obligasi tersebut. Porsi penjaminan akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

"Ada beberapa yang sudah underwriter. Dari underwriter sendiri, mereka mengambil porsi sesuai dengan batas yang diperbolehkan," tutur Herman.

3. Strategi perluas akses pembiayaan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo'an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Beijing. (Dok/Istimewa).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya mengatakan, pertemuan itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara-negara mitra strategis.

“Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan, kunjungannya ke Beijing merupakan bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang telah direncanakan secara matang oleh pemerintah, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas sumber pembiayaan yang kompetitif dan memperkuat kepercayaan investor internasional.

"Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” jelasnya.

Editorial Team

Related Article