Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi seorang pemuda mengibarkan bendera Suriah (pexels.com/Hala Hejazy)
  • Menteri Perindustrian Suriah memperkirakan pengangguran melampaui 60 persen pada akhir 2025, jauh di atas estimasi ILO 13,6 persen dan data statistik nasional 24 persen pada 2022.
  • Anak muda, lulusan baru, dan perempuan paling terdampak karena lowongan terbatas, pekerjaan tidak stabil, pendapatan rendah, serta ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan keterampilan profesional, teknis, dan digital.
  • Ekonomi Suriah menyusut lebih dari 55 persen sepanjang 2011–2025; pertanian turun 71 persen dan industri 76 persen, menekan pendapatan rumah tangga serta daya beli masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Tingkat pengangguran di Suriah diperkirakan melampaui 60 persen pada akhir 2025. Anak muda, lulusan baru, dan perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak akibat terbatasnya lapangan kerja dan melemahnya aktivitas ekonomi.

Angka tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Suriah, Nidal Al-Shaar. Akan tetapi, estimasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) menunjukkan tingkat pengangguran di negara tersebut berada di kisaran 13,6 persen pada 2025.

1. Estimasi tingkat pengangguran Suriah berbeda jauh

ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)

Dilansir ANHA, Al-Shaar memperkirakan tingkat pengangguran di Suriah melampaui 60 persen pada akhir 2025. Ia mengatakan pemerintah transisi menerima negara dalam kondisi yang sepenuhnya hancur dan skala kerusakannya melampaui perkiraan.

Sementara itu, ILO memperkirakan tingkat pengangguran Suriah sekitar 13,6 persen pada 2025. Angka tersebut berbeda dari estimasi terakhir Biro Pusat Statistik Suriah pada 2022 yang mencapai sekitar 24 persen.

2. Anak muda dan lulusan baru kesulitan memperoleh pekerjaan

ilustrasi lulusan perguruan tinggi (pexels.com/Zanyar Ibrahim)

Peneliti sekaligus pakar ekonomi, Hani Hamza, menilai pengangguran menjadi salah satu tantangan ekonomi dan sosial terbesar di Suriah. Persoalannya bukan hanya terbatasnya lowongan kerja, melainkan juga banyaknya pekerjaan tidak stabil dan pendapatan yang rendah.

Menurut Hamza, kenaikan jumlah penganggur berkaitan dengan melemahnya aktivitas produksi, rusaknya sejumlah lembaga ekonomi, meningkatnya biaya produksi, terbatasnya investasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah.

Ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara sebagian besar jurusan pendidikan dan kebutuhan pasar kerja, terutama dalam keterampilan profesional, teknis, dan digital. Upaya menjembatani kesenjangan tersebut dilakukan melalui pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan praktis, dan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan sektor ekonomi.

3. Ekonomi Suriah kehilangan 55 persen ukurannya

ilustrasi seorang pemuda mengibarkan bendera Suriah (pexels.com/Hala Hejazy)

Perekonomian Suriah diketahui telah kehilangan lebih dari 55 persen ukurannya sepanjang 2011 — 2025. Pada periode yang sama, sektor pertanian menyusut sekitar 71 persen dan industri 76 persen.

Hamza menjelaskan bahwa peningkatan angka pengangguran menurunkan pendapatan rumah tangga dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Kondisi tersebut juga memengaruhi aktivitas pasar serta permintaan barang dan jasa.

Ia menilai penciptaan lapangan kerja yang stabil, peningkatan pendapatan, dan dukungan terhadap proyek produktif diperlukan untuk memperbaiki daya beli masyarakat. Pengangguran juga memengaruhi stabilitas anak muda dan kemampuan mereka merencanakan masa depan, bahkan dapat mendorong sebagian dari mereka mencari pekerjaan di luar negeri.

Untuk mengatasi pengangguran, Hamza mendorong dukungan terhadap sektor produktif, kemudahan pendirian usaha kecil dan menengah, perluasan akses pembiayaan, serta peningkatan investasi. Ia juga menyebut pertanian, industri makanan, konstruksi, dan jasa sebagai sektor yang dapat diprioritaskan untuk menyerap tenaga kerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article