Jumlah Pengangguran di Filipina Bertambah 900 Ribu Orang dalam Setahun

- Pengangguran Filipina mencapai 2,86 juta orang pada September 2026, bertambah 900 ribu secara tahunan; tingkatnya naik menjadi 5,4 persen dari 3,8 persen.
- Jumlah pekerja naik menjadi 50,32 juta, tetapi tertinggal dari pertumbuhan angkatan kerja 53,19 juta. Penyerapan tenaga kerja turun menjadi 94,6 persen.
- Konstruksi kehilangan 271 ribu pekerja, sementara akomodasi dan makanan bertambah 834 ribu. Sebanyak 5,56 juta pekerja masih mencari tambahan pekerjaan.
Jakarta, IDN Times - Jumlah penganggur di Filipina mencapai 2,86 juta orang pada September 2026, meningkat sebanyak 900 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran negara tersebut juga naik menjadi 5,4 persen dari 3,8 persen.
Data Badan Statistik Filipina (PSA) yang dirilis pada Jumat (6/11/2026) turut menunjukkan peningkatan jumlah penganggur apabila dibandingkan bulan Agustus 2026 ketika angkanya tercatat 2,77 juta orang dengan tingkat pengangguran 5,3 persen.
1. Pertumbuhan angkatan kerja tidak diimbangi penciptaan lapangan kerja

ilustrasi penganggur (pexels.com/Ron Lach) Jumlah penduduk bekerja di Filipina meningkat menjadi 50,32 juta orang pada September 2026 dari 49,60 juta orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Akan tetapi, jumlah tersebut belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja yang mencapai 53,19 juta orang, naik dari 51,56 juta orang pada September 2025.
PSA mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 64,5 persen, tidak berubah dibandingkan September 2025. Sementara itu, tingkat penyerapan tenaga kerja turun menjadi 94,6 persen dari 96,2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Rata-rata jam kerja mingguan juga berkurang menjadi 40,1 jam dari 40,5 jam pada September 2025. Kendati demikian, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 39,2 jam pada Agustus 2026.
2. Sektor konstruksi kehilangan 271 ribu pekerja

ilustrasi pekerja konstruksi (pexels.com/Annas Zakaria) Perubahan jumlah tenaga kerja berbeda-beda di setiap sektor. Konstruksi mencatat kehilangan pekerja terbesar secara tahunan, yakni 271 ribu orang. Penurunan juga terjadi pada sektor seni, hiburan, dan rekreasi sebanyak 163 ribu orang serta informasi dan komunikasi sebanyak 105 ribu orang.
Sebaliknya, sektor akomodasi dan layanan makanan mencatat penambahan tenaga kerja terbesar, yakni 834 ribu orang. Sektor transportasi dan pergudangan menyusul dengan 254 ribu orang, sedangkan aktivitas jasa lainnya bertambah 174 ribu orang.
Berdasarkan distribusinya, sektor jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 62,2 persen dari total penduduk bekerja. Sektor pertanian menyumbang 20,7 persen, sedangkan industri sebesar 17,1 persen. Perdagangan grosir dan eceran serta perbaikan kendaraan bermotor menjadi subsektor dengan porsi pekerja terbesar pada September 2026, yakni 19,9 persen.
3. Sebanyak 5,56 juta pekerja masih mencari tambahan pekerjaan

ilustrasi menandai lowongan kerja di koran (pexels.com/Ron Lach) Di tengah peningkatan pengangguran, jutaan penduduk Filipina yang sudah bekerja masih menginginkan tambahan jam kerja atau pekerjaan lain. PSA mencatat tingkat setengah pengangguran sebesar 11 persen pada September 2026, turun dari 11,1 persen pada September 2025 dan 11,9 persen pada Agustus 2026.
Dari total 5,56 juta setelah penganggur, 61,4 persen bekerja kurang dari 40 jam per minggu, sedangkan 38,6 persen lainnya bekerja minimal 40 jam per minggu.
Kondisi pasar tenaga kerja juga memengaruhi kelompok usia muda. Tingkat penyerapan tenaga kerja kaum muda berusia 15 — 24 tahun turun menjadi 84,7 persen dari 88,4 persen pada September 2025, kendati sedikit meningkat dibandingkan 84,3 persen pada Agustus 2026.
Dari total 6,23 juta anak muda yang bekerja, sekitar 715 ribu orang masih berstatus setengah penganggur. Tingkat setengah pengangguran kelompok tersebut mencapai 11,5 persen. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja kaum muda meningkat menjadi 34,1 persen dari 31,6 persen pada September 2025.





















