Pengertian Trade Bazooka, Balasan Uni Eropa buat AS

- Trade bazooka adalah balasan Uni Eropa terhadap tekanan AS
- Blokir perdagangan dengan negara lain yang memberi tekanan ke Eropa
- Akses ke Eropa bisa ditutup, namun penerapan trade bazooka membutuhkan waktu
Jakarta, IDN Times - Ramai pembahasan mengenai trade bazooka yang disebut-sebut sebagai balasan yang disiapkan Uni Eropa (UE) untuk menghadapi arogansi Amerika Serikat (AS), terutama di sektor perdagangan.
Istilah itu muncul setelah Presiden AS, Donald Trump melontarkan ancaman kepada Greenland. Trade bazooka itu disebut-sebut oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss.
“Hal yang gila adalah kita bisa saja berada dalam situasi di mana kita menggunakan mekanisme anti-paksaan untuk pertama kalinya terhadap Amerika Serikat,” kata Macron.
1. Blokir perdagangan dengan negara lain yang beri tekanan ke Eropa

Trade bazooka merupakan singkatan dari Instrumen Anti-Koersi blok tersebut, yang mencakup serangkaian langkah untuk memblokir atau membatasi perdagangan dan investasi dari negara-negara yang dianggap memberikan tekanan yang tidak semestinya pada negara anggota atau perusahaan Uni Eropa.
Langkah-langkah tersebut dapat mencakup pembatasan ekspor dan impor barang dan jasa, melarang negara atau perusahaan dari tender publik Uni Eropa, atau membatasi investasi asing langsung.
2. Akses ke Eropa bisa ditutup

Dalam bentuknya yang paling parah, trade bazooka tersebut pada dasarnya akan menutup akses ke pasar pelanggan Uni Eropa yang berjumlah 450 juta.
Trade bazooka tersebut dianggap dapat menimbulkan kerugian miliaran dolar bagi perusahaan-perusahaan AS dan ekonomi Amerika.
3. Bisakah Uni Eropa menerapkan trade bazooka dengan cepat?

Dilansir PBS, Jumat (23/1/2026), setidaknya Eropa membutuhkan waktu enam bulan untuk menjalankan itu.
Berapa banyak perdagangan antara AS dan Uni Eropa?
Nilai perdagangan Uni Eropa-AS Perdagangan barang dan jasa mencapai 1,7 triliun euro (2 triliun dolar AS) pada tahun 2024, atau rata-rata 4,6 miliar euro per hari, menurut badan statistik Uni Eropa, Eurostat.
Ekspor terbesar Eropa ke AS adalah farmasi, mobil, pesawat terbang, bahan kimia, instrumen medis, serta anggur dan minuman beralkohol.
Sementara itu, di antara ekspor terbesar AS ke blok tersebut adalah layanan profesional dan ilmiah seperti sistem pembayaran dan infrastruktur cloud, minyak dan gas, farmasi, peralatan medis, produk kedirgantaraan, dan mobil.

















