Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Tuduh China Menipu Dunia Lewat Pembangkit Listrik Tenaga Angin

IMG_7133.jpeg
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss. (dok. YouTube World Economic Forum)
Intinya sih...
  • Trump menuduh China dan Eropa merugikan ekonomi global dengan kebijakan energi hijau yang tidak realistis, terutama soal pembangkit listrik tenaga angin.
  • Menurut Trump, China memanfaatkan kebijakan energi negara lain untuk memperkuat dominasinya dalam industri energi global.
  • Trump kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap China dan kebijakan energi hijau global, sinyal arah kebijakan energi AS lebih menekankan pada produksi domestik dan keamanan pasokan energi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap China dan Eropa terkait kebijakan energi global, khususnya soal pembangkit listrik tenaga angin/bayu. Ia menuding China memperoleh keuntungan besar dari industri tersebut, sementara negara-negara Eropa justru menanggung kerugian ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pidatonya dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). Isu energi menjadi salah satu sorotan utama dalam pidato mantan presiden AS tersebut.

Trump menilai banyak negara terjebak dalam agenda energi hijau yang tidak realistis. Menurutnya, kebijakan tersebut melemahkan ketahanan energi dan membebani perekonomian, terutama di kawasan Eropa.

“Satu hal yang saya perhatikan adalah semakin banyak turbin angin (PLT angin) yang dimiliki sebuah negara, semakin banyak uang negara itu hilang dan semakin buruk kondisi mereka," ujarnya. 

Menurut Trump, kebijakan energi hijau yang diterapkan di Eropa dinilai terlalu agresif, sehingga menyebabkan penurunan produksi listrik dan lonjakan harga energi.

Trump secara khusus menyinggung kondisi Jerman dan Inggris. Ia menyebut kedua negara tersebut tidak memaksimalkan potensi cadangan energi yang dimiliki, termasuk di kawasan Laut Utara.

Dalam konteks tersebut, Trump menilai China justru menjadi pihak yang paling diuntungkan. Ia mengatakan China memanfaatkan kebijakan energi negara lain untuk memperkuat dominasinya dalam industri energi global.

“China membuat hampir semua PLT angin, tetapi saya belum bisa menemukan ladang turbin angin di China,” kata Trump.

"Mereka hanya mendirikan beberapa ladang turbin besar, tetapi tidak menggunakannya. Mereka hanya memasangnya untuk menunjukkan kepada orang-orang bagaimana seharusnya. Benda itu tidak berputar. Mereka tidak melakukan apa-apa," sambungnya.

Trump menilai China cerdas dalam memanfaatkan situasi tersebut. Menurutnya, negara yang dijuluki Negeri Bambu itu memproduksi teknologi energi terbarukan, lalu menjualnya ke negara lain dengan harga tinggi.

“Pernahkah Anda memikirkannya? Itu cara yang baik untuk melihatnya. Mereka pintar. China sangat pintar. Mereka membuatnya. Mereka menjualnya dengan harga mahal.” ujar dia.

Data menunjukkan China memang menjadi pemain utama dalam industri tenaga angin dunia. Melansir The Guardian, lebih dari setengah kapasitas tenaga angin baru global dibangun di China, dengan pertumbuhan hampir 58 gigawatt (GW) dalam setahun terakhir.

Pernyataan Trump tersebut kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap China dan kebijakan energi hijau global, sekaligus menjadi sinyal arah kebijakan energi Amerika Serikat yang lebih menekankan pada produksi domestik dan keamanan pasokan energi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Trump Klaim Selamatkan Dunia dari Potensi Perang Dunia ke-3

22 Jan 2026, 00:56 WIBNews