Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengusaha Muda Harus Naik Kelas, Anthony Leong Andalkan Jejaring JCI

Pengusaha Muda Harus Naik Kelas, Anthony Leong Andalkan Jejaring JCI
Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Anthony Leong mendorong sinergi Hipmi dan JCI untuk memperluas jejaring global serta membuka peluang internasional bagi pengusaha muda Indonesia di tengah persaingan ekonomi dunia yang makin ketat.
  • Menurut Anthony, Indonesia punya potensi besar jadi kekuatan ekonomi baru berkat bonus demografi dan pertumbuhan entrepreneur muda, namun perlu dorongan agar pengusaha naik kelas dengan konektivitas global.
  • Laporan World Competitiveness Ranking 2025 mencatat daya saing Indonesia turun ke peringkat 40 dari 69 negara, memicu kekhawatiran soal daya tarik investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anthony Leong, mendorong penguatan sinergi antara Hipmi dan Junior Chamber International (JCI) guna memperluas jejaring global serta membuka peluang internasional bagi pengusaha muda Indonesia.

Menurut Anthony, di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat, pengusaha muda Indonesia tidak cukup hanya kuat di pasar domestik. Mereka juga perlu membangun jaringan internasional, memperluas pasar ekspor, dan masuk ke rantai bisnis global.

“Ke depan, pengusaha muda Indonesia harus berani go international. Dunia usaha saat ini tidak lagi dibatasi wilayah geografis, tetapi ditentukan oleh konektivitas, kolaborasi, dan jejaring global,” ujar Anthony dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Anthony menjelaskan, JCI merupakan organisasi kepemimpinan dan kewirausahaan muda terbesar di dunia yang berdiri sejak 1915. Saat ini, JCI memiliki jaringan di lebih dari 100 negara dengan ratusan ribu anggota aktif dari berbagai sektor, mulai dari bisnis, profesional, sosial, hingga pemerintahan.

1. Indonesia punya peluang besar untuk jadi kekuatan baru ekonomi dunia

Pengusaha Muda Harus Naik Kelas, Anthony Leong Andalkan Jejaring JCI
ilustrasi Indonesia (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)

Anthony menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena ditopang bonus demografi, pasar domestik yang besar, serta pertumbuhan entrepreneur muda yang terus meningkat. Namun, menurut dia, tantangan terbesar saat ini adalah mendorong pengusaha muda Indonesia naik kelas dan memiliki daya saing global.

“Banyak pengusaha muda kita punya produk bagus dan kreativitas tinggi, tetapi masih minim akses jejaring internasional. Karena itu, Hipmi harus mulai membangun konektivitas global yang lebih kuat,” tegasnya.

2. Hipmi harus jadi jembatan pengusaha muda untuk jadi rantai pasok global

Pengusaha Muda Harus Naik Kelas, Anthony Leong Andalkan Jejaring JCI
Ketum HIPMI Akbar Himawa Bukhari melantik Ketum HIPMI Sumut Dian Saputra (dok tim Wakil Wali Kota Medan)

Anthony menegaskan, ke depan Hipmi tidak boleh hanya menjadi organisasi networking domestik, tetapi harus berkembang menjadi platform internasionalisasi pengusaha muda Indonesia.

“Hipmi harus menjadi jembatan agar pengusaha muda Indonesia tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga mampu menjadi bagian dari rantai ekonomi global,” katanya.

Ia berharap sinergi Hipmi dan JCI dapat melahirkan lebih banyak entrepreneur muda Indonesia yang mampu membawa produk nasional masuk ke pasar dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global.

“Kalau pengusaha muda Indonesia terkoneksi secara global, maka ekonomi Indonesia juga akan menjadi jauh lebih kuat,” tutur Anthony.

3. Daya saing Indonesia turun peringkat pada 2025

Pengusaha Muda Harus Naik Kelas, Anthony Leong Andalkan Jejaring JCI
Ilustrasi daya saing (Dok Pixabay)

Sebelumnya, daya saing Indonesia mengalami penurunan tajam dalam laporan World Competitiveness Ranking 2025 yang dirilis IMD World Competitiveness Center pada Juni lalu. Indonesia tercatat turun ke peringkat 40 dari total 69 negara, merosot 13 tingkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di posisi 27.

Penurunan tersebut membuat posisi Indonesia tertinggal dari sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia yang justru mencatat lonjakan signifikan ke posisi 23 dunia. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan dunia usaha terkait kemampuan Indonesia menjaga daya tarik investasi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More