Jakarta, IDN Times - Perang antara Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang memicu aksi balasan penutupan Selat Hormuz telah memicu kerugian hingga hampir 150 miliar dolar AS atau setara Rp2.662,5 triliun (kurs Rp17.750) bagi perekonomian negara-negara Arab hanya dalam satu bulan pertama. Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia Barat (ESCWA) mengungkapkan nilai kerugian masif tersebut setara dengan sekitar empat persen dari produk domestik bruto (PDB) regional kawasan.
Dikutip dari TRT World, pernyataan resmi itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Sekretaris Eksekutif ESCWA, Rania Al-Mashat, pada Kamis dalam pertemuan Formula Arria Dewan Keamanan PBB yang digelar atas inisiatif Bahrain. Pertemuan itu bertajuk "Safe Seas, Shared Security: Protecting Freedom of Navigation in a Changing Security Environment".
