Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pendiri Binance Peringatkan Ancaman AI terhadap Industri Keuangan

4 min read
Pendiri Binance Peringatkan Ancaman AI terhadap Industri Keuangan
Binance (pexels.com/Bastian Riccardi)
  • CZ memperingatkan AI mempercepat serangan siber terhadap kripto dan bank, mulai dari phishing meyakinkan, analisis celah sistem, hingga otomatisasi tahapan serangan.
  • Insiden Binance pada 29 Oktober 2026 berdampak pada aset digital sekitar 6,34 miliar dolar AS, melibatkan rekayasa sosial, malware, perangkat pegawai terkompromi, dan akses internal berbasis AI.
  • Regulator AS memeriksa keamanan bank setelah insiden tersebut, sementara Binance meningkatkan deteksi anomali AI, kontrol perangkat, pengawasan dompet digital, serta evaluasi oleh perusahaan keamanan independen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan akal imitasi (AI) mulai menghadirkan tantangan baru bagi industri keuangan, terutama dalam menghadapi serangan siber. Pendiri Binance, Changpeng Zhao atau CZ, memperingatkan bahwa teknologi tersebut dapat meningkatkan kemampuan peretas dalam menyerang bursa kripto hingga lembaga perbankan.

Peringatan ini muncul setelah Binance mengalami insiden keamanan besar yang menyebabkan aset digital senilai 6,34 miliar dolar Amerika Serikat (AS) terdampak pada akhir Oktober 2026. CZ menilai kemampuan penyerang dalam memanfaatkan teknologi AI berkembang lebih cepat dibandingkan kesiapan sejumlah lembaga keuangan dalam membangun sistem pertahanan.

Dia bahkan memperingatkan bahwa bank juga dapat menghadapi risiko serangan yang serius apabila tidak memperkuat keamanan digitalnya. Lantas, bagaimana AI dapat meningkatkan ancaman siber dan apa yang perlu dilakukan industri keuangan untuk menghadapinya?

  1. 1. AI mempermudah peretas melancarkan serangan siber

    Pendiri Binance Peringatkan Ancaman AI terhadap Industri Keuangan
    ilustrasi seorang hacker (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    AI dapat membantu peretas menjalankan serangan siber dengan lebih cepat dan terarah. Teknologi ini dapat digunakan untuk menyusun pesan penipuan yang meyakinkan, menganalisis kelemahan sistem, hingga mengotomatiskan sejumlah tahapan serangan. Kemampuan tersebut membuat perusahaan harus menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

    Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah phishing, yaitu upaya mencuri informasi pribadi melalui pesan atau situs palsu. Peretas dapat memanfaatkan AI untuk membuat email, pesan, dan identitas perusahaan palsu yang terlihat lebih meyakinkan. Jika karyawan tertipu dan memberikan akses kepada pelaku, peretas dapat memperoleh jalan masuk menuju sistem internal perusahaan.

  2. 2. Peretasan Binance senilai 6,34 miliar dolar AS menjadi peringatan

    Binance
    Binance (unsplash.com/Vadim Art)

    Binance mengalami insiden keamanan pada 29 Oktober 2026 yang menyebabkan aset digital senilai sekitar 6,34 miliar dolar AS terdampak. Investigasi awal perusahaan menemukan bahwa serangan tersebut melibatkan beberapa tahapan, termasuk rekayasa sosial, perangkat lunak berbahaya, dan kompromi perangkat milik sejumlah pegawai. Pelaku juga memanfaatkan akses ke perangkat internal berbasis AI dalam rangkaian serangan tersebut.

    Salah satu metode yang digunakan pelaku adalah menyamar melalui proses wawancara kerja untuk mengelabui pegawai agar mengunduh perangkat lunak berbahaya. Perangkat yang telah terkompromi kemudian membantu pelaku memperoleh akses lebih jauh ke sistem internal dan proses otorisasi transaksi. FBI mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok peretas Korea Utara bernama TraderTraitor, sementara penyelidikan teknis independen masih berlangsung.

  3. 3. Bank juga menghadapi risiko serangan berbasis AI

    ilustrasi mesin ATM
    ilustrasi mesin ATM (pexels.com/Steve Pancrate)

    CZ memperingatkan bahwa ancaman serangan siber tidak hanya menyasar perusahaan kripto, tetapi juga lembaga perbankan. Menurutnya, peretas hanya perlu menemukan satu celah keamanan untuk melancarkan serangan, sedangkan perusahaan harus melindungi seluruh bagian sistemnya. Ketimpangan tersebut membuat pengamanan infrastruktur keuangan menjadi tantangan besar.

    Peringatan tersebut mulai mendapat perhatian dari regulator keuangan Amerika Serikat setelah insiden Binance terjadi. Federal Reserve dan Office of the Comptroller of the Currency menghubungi sejumlah bank untuk memeriksa kemungkinan gangguan maupun kelemahan sistem keamanan mereka. Langkah tersebut menunjukkan bahwa serangan terhadap perusahaan kripto juga dapat menjadi perhatian bagi sektor perbankan yang semakin terhubung dengan ekosistem aset digital.

  4. 4. Industri keuangan perlu menggunakan AI untuk memperkuat keamanan

    Pendiri Binance Peringatkan Ancaman AI terhadap Industri Keuangan
    ilustrasi aplikasi keuangan (unsplash.com/atlanticmoney)

    CZ mendorong perusahaan keuangan untuk memanfaatkan AI sebagai bagian dari sistem pertahanan terhadap serangan siber. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi aktivitas transaksi yang tidak biasa, mengenali pola penipuan, dan memberikan peringatan ketika sistem menunjukkan perilaku mencurigakan. Pendekatan tersebut dapat membantu tim keamanan merespons ancaman sebelum kerugian semakin besar.

    Binance juga mulai memperkuat sistem keamanannya setelah insiden tersebut. Dalam pembaruan pada 3 November 2026, perusahaan menyatakan telah meningkatkan deteksi anomali berbasis AI, memperketat pengendalian perangkat, dan memperkuat pengawasan layanan dompet digital. Binance juga berencana melibatkan perusahaan keamanan independen untuk mengevaluasi kelemahan sistem dan menyusun langkah perbaikan.

    Peringatan CZ memperlihatkan bahwa perkembangan AI membawa peluang sekaligus risiko bagi industri keuangan. Perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan sistem keamanan konvensional ketika pelaku kejahatan juga dapat memanfaatkan teknologi yang semakin canggih. Ke depan, kemampuan mendeteksi ancaman lebih cepat dan melindungi akses internal akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan nasabah serta pengguna layanan keuangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More