Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kondisi Keuangan dan Risiko yang Harus Dicek Sebelum Memulai Investasi

3 min read
Kondisi Keuangan dan Risiko yang Harus Dicek Sebelum Memulai Investasi
ilustrasi investasi melalui aplikasi digital (pexels.com/davegarcia)
  • Kesehatan finansial perlu dijaga dengan memahami pengelolaan keuangan, arus kas, dana darurat, dan tujuan investasi.

  • Setiap instrumen, termasuk aset kripto, memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.

  • Edukasi investasi membahas profil risiko, strategi, analisis aset, serta perkembangan instrumen keuangan digital.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kesehatan finansial perlu dijaga, salah satunya dengan memahami cara mengelola keuangan dan memilih instrumen investasi. Sebelum menanamkan uang, calon investor perlu mengenali karakteristik setiap instrumen agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi keuangan dan profil risikonya.

“Sama halnya dengan kesehatan fisik, kesehatan finansial juga merupakan aspek penting yang perlu dijaga," kata Presiden Direktur PT Pintu Kemana Saja (Pintu) Andy Putra dikutip dari keterangan tertulis, Senin (9/11/2026).

  1. 1. Pemahaman pengelolaan keuangan jadi bekal sebelum investasi

    uang dalam dompet
    ilustrasi uang dalam dompet (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

    Berkaitan dengan kesehatan finansial sama pentingnya dengan kesehatan fisik, menurut dia, salah satu cara menjaganya adalah dengan memahami pengelolaan keuangan dan investasi.

    Pintu menekankan investasi, mulai dari instrumen keuangan secara umum hingga aset kripto, setiap keputusan investasinya perlu didasari pemahaman mengenai karakteristik dan risiko instrumen yang dipilih. Itu disampaikan dalam Pintu Goes to Office bersama PT Good Doctor Technology Indonesia.

    Hal-hal yang menjadi sorotan meliputi biaya hidup dan sejumlah pengeluaran yang kerap tidak disadari, seperti utang konsumtif, bunga paylater, serta biaya langganan layanan yang lupa dihentikan.

    Peserta juga mempelajari urutan prioritas keuangan, mulai dari memastikan arus kas positif, menyiapkan dana darurat, hingga berinvestasi sesuai tujuan. Selain itu, ada simulasi mengenai dampak penundaan investasi selama lima tahun terhadap hasil akhir.

    "Kami percaya bahwa setiap keputusan investasi perlu diawali dengan pemahaman yang tepat, termasuk mengenai karakteristik dan risiko dari setiap instrumen investasi," ujar Andy.

  2. 2. Kenali instrumen investasi dan risiko aset kripto

    ilustrasi pasar kripto, crypto, Ethereum, Bitcoin
    ilustrasi pasar kripto, crypto, Ethereum, Bitcoin (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

    Materi berikutnya membahas perbandingan sejumlah instrumen investasi, mulai dari deposito, reksa dana, emas, saham, hingga aset kripto, meliputi alokasi portofolio berdasarkan tiga profil risiko, yakni konservatif, moderat, dan agresif.

    Peserta dinilai perlu mengenali berbagai jenis aset crypto, strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), serta prinsip menggunakan uang dingin. Analisis fundamental dan teknikal juga menjadi bagian dari materi sebelum membeli aset.

    Selain itu, pembahasan mencakup tokenized stock yang memungkinkan akses terhadap saham Amerika Serikat. Materi tersebut meliputi cara kerja, batasan, hingga aspek perpajakannya, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

    "Aset kripto memiliki risiko tinggi (high risk) serta volatilitas yang signifikan. Karena itu, investor perlu melakukan riset secara menyeluruh, memahami profil risiko masing-masing, serta mempertimbangkan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan," paparnya.

    Andy turut menyinggung kolaborasi dengan Good Doctor dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi investasi perlu terus dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik sebelum mengambil keputusan investasi.

  3. 3. Industri kripto jadi bagian perkembangan investasi digital

    ilustrasi kripto
    ilustrasi kripto (pexels.com/Leeloo The First)

    CEO Good Doctor Technology Indonesia Danu Wicaksana menilai industri kripto semakin mendapat perhatian sebagai salah satu bagian dari perkembangan instrumen investasi di era digital.

    "Industri kripto semakin mendapatkan perhatian dan menjadi salah satu bagian dari perkembangan instrumen investasi di era digital," ujar dia.

    Menurut Danu, kegiatan edukasi tersebut menjadi kesempatan bagi karyawan untuk mengenal perkembangan industri aset keuangan digital sekaligus memahami investasi kripto lebih dalam. Dia berharap materi yang disampaikan dapat menambah pengetahuan peserta, terutama melalui pembelajaran langsung dari praktisi dan ahli di bidangnya.

Related Articles

See More