Perkuat Keamanan Digital, BCA Kantongi Sertifikasi ISO Privasi Data-AI

- Pemanfaatan artificial intelligence (AI) jaga kepercayaan nasabah
- ISO 27701:2019 untuk fokus sistem manajemen privasi informasi
- BCA terus memperkuat tata kelola perusahaan
Jakarta; IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kian mempertegas komitmennya dalam penguatan keamanan digital dan tata kelola teknologi. Terbaru, BCA meraih dua sertifikasi berstandar internasional sekaligus, yakni ISO Privasi Data (ISO 27701) dan ISO Manajemen Kecerdasan Buatan (ISO 42001).
Acara ini dihadiri Direktur BCA Lianawaty Suwono dan Senior EVP Group Strategic Information Technology BCA David Formula.
1. Pemanfaatan artificial intelligence (AI) jaga kepercayaan nasabah

Lianawaty mengatakan, pencapaian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan BCA dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan artificial intelligence atau akal imitasi (AI).
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberhasilan BCA. Sertifikasi ISO privasi data dan kelola AI ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga keamanan data nasabah serta memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
2. ISO 27701:2019 untuk fokus sistem manajemen privasi informasi.

Ia menjelaskan, ISO 27701:2019 merupakan standar internasional yang berfokus pada sistem manajemen privasi informasi. Standar ini menjadi acuan dalam pengelolaan data pribadi nasabah secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, hingga penghapusan data, sekaligus mendukung kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data yang berlaku.
Sementara itu, ISO 42001:2023 merupakan standar internasional terbaru yang mengatur sistem manajemen AI.
"Standar ini dirancang untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan AI dilakukan secara etis, transparan, aman, dan akuntabel," ungkapnya.
3. BCA terus memperkuat tata kelola perusahaan

Dengan perolehan dua sertifikasi tersebut, Lianawaty menegaskan BCA terus memperkuat tata kelola perusahaan guna mendukung transformasi digital yang berkelanjutan. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kemudahan layanan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi nasabah.
“Kami percaya inovasi harus berjalan seiring dengan tata kelola yang kuat. Melalui penerapan standar ini, BCA berupaya menghadirkan layanan perbankan yang aman, andal, dan berorientasi pada perlindungan nasabah,” ucap Lianawaty.


















