Perluas Ekspansi Ekspor, Indospring Bidik Pasar Timur Tengah

- INDS membidik pasar Timur Tengah untuk ekspansi ekspor
- Pendapatan Perseroan berasal dari OEM domestik, after market, dan ekspor
- Indospring fokus pada lini produk Fastener untuk pasar aftermarket di dalam negeri
Jakarta, IDN Times – PT Indospring Tbk (INDS), produsen komponen otomotif terkemuka di Indonesia tengah membidik pasar Timur Tengah untuk memperluas jangkauan ekspornya pada masa mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Direktur Indospring, Bob Budiono, menyampaikan pasar Timur Tengah memiliki potensi besar dan relevan dengan portofolio produk Perseroan. Selain itu, dia menilai karakteristik pasar di kawasan tersebut memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia, terutama dari sisi kendaraan komersial.
"Kami melihaț pasar Timur Tengah memiliki karakteristik yang serupa dengan Indonesia, khususnya pada dominasi truk merek Jepang yang memiliki spesifikasi dan model identik. Oleh karena itu, strategi Perseroan tahun ini akan berfokus pada ekspansi ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah guna memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan," kata Bob dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).
1. Ada tiga sumber pendapatan INDS

Adapun saat ini, segmen pendapatan Perseroan berasal dari tiga pasar utama, yakni pasar OEM (Original Equipment Manufacturer) domestik, after market atau replacement spare part, serta ekspor.
"Diversifikasi pasar tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kinerja usaha Perseroan," kata Bob.
2. Visi Indospring

Sementara dari sisi pasar dalam negeri, INDS memfokuskan lini produk Fastener (U-bolt) untuk pasar aftermarket sepanjang 2026. Meski demikian, Indospring tetap membuka peluang investasi tambahan demi memproduksi fastener non-otomotif sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke depan.
"Strategi ini sejalan dengan target Perseroan untuk menembus jajaran tiga besar di pasar domestik, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan utama di masa mendatang," kata Bob.
Optimisme itu turut ditopang oleh kinerja Perseroan yang terus menunjukkan tren peningkatan. Per kuartal III-2025, Indospring berhasil membukukan penjualan neto sebesar Rp2,46 triliun, mencerminkan solidnya permintaan pasar terhadap produk-produk Indospring.
3. Proyeksi bisnis Indospring

Ke depan, Bob meyakini pasar suku cadang kendaraan bermotor masih akan terus bertumbuh seiring dengan prospek positif industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), proyeksi penjualan mobil nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 850 ribu unit atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025 yang tercatat sebanyak 803.687 unit.
"Dengan strategi ekspansi pasar ekspor dan penguatan pasar domestik, Indospring optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkokoh posisinya di industri komponen otomotif, baik di dalam negeri maupun di pasar global," ujar Bob.
















