RI Peringkat 5 Eksportir Besi dan Baja Terbesar di Dunia

- Indonesia melompat ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia
- Neraca perdagangan besi dan baja RI surplus, mencatatkan surplus sebesar 15,08 miliar dolar AS pada 2024
- Volume ekspor baja Indonesia melonjak menjadi 23,97 juta ton pada 2025 dari 9,3 juta ton pada 2020
Jakarta, IDN Times - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, Indonesia berada di peringkat lima negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia. Peringkat ini melesat dibanding 2019 lalu, di mana Indonesia berada di posisi 17.
"Pada tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-17 sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (4/2/2026).
1. Daftar lima negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia

Dalam daftar peringkat terbaru, empat negara di atas Indonesia dalam daftar ini, yakni China peringkat pertama, Jerman kedua, Jepang ketiga, dan Korea Selatan (Korsel) keempat.
"Indonesia kini melompat jauh ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia," ujarnya.
Indonesia lompat ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia melalui upaya hilirisasi dan peningkatan kapasitas industri.
2. Neraca perdagangan besi dan baja RI surplus

Mendag membeberkan, neraca perdagangan besi dan baja (HS 72) Indonesia pada 2024 mencatatkan surplus sebesar 15,08 miliar dolar AS yang berasal dari nilai ekspor sebesar 25,80 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 10,73 miliar dolar AS.
Kemudian neraca perdagangan besi dan baja Indonesia pada 2025 Kembali mencatat peningkatan surplus menjadi 18,44 miliar dolar AS. Surplus ini didorong nilai ekspor sebesar 27,97 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor sebesar 9,53 miliar dolar AS.
"Pencapaian neraca perdagangan yang surplus konsisten ini selaras dengan peningkatan posisi Indonesia di kancah perdagangan global," ucapnya.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat perkembangan kinerja ekspor dan impor besi dan baja Indonesia selama enam tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor besi dan baja mencapai 10,86 miliar dolar AS, sedangkan impor 4,01 miliar dolar AS; di 2021 nilai ekspor komoditi itu naik menjadi 20,93 miliar dolar AS dengan impor mencapai 8,97 miliar dolar AS.
Pada 2022, nilai ekspor besi dan baja Indonesia mencapai 27,80 miliar dolar AS dengan impor 13,87 miliar dolar AS; pada 2023 nilai ekspor komoditi itu turun tipis menjadi 26,70 miliar dolar AS dengan impor 15,30 miliar dolar AS.
Selanjutnya pada 2024, nilai ekspor kembali turun tipis menjadi 25,80 miliar dolar AS dengan impor 15,08 miliar dolar AS; kemudian pada 2025 nilai ekspor besi dan baja Indonesia kembali naik menjadi 27,97 miliar dolar AS dengan impor 18,44 miliar dolar AS.
3. Volume ekspor baja RI melonjak pada 2025

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan, volume ekspor baja Indonesia melonjak menjadi 23,97 juta ton pada 2025 dari 9,3 juta ton pada 2020. Dia mengungkapkan, lonjakan itu mencerminkan penguatan kapasitas produksi serta meningkatnya daya saing industri baja domestik di pasar global.
Sementara impor baja yang sempat meningkat hingga 17,9 juta ton pada 2022, perlahan menurun menjadi 14,8 juta ton pada 2025.
"Perkembangan ini menyebabkan pergeseran neraca perdagangan dari kondisi defisit menuju surplus yang mencapai 18,09 juta ton," ungkapnya.
Faisol mengatakan, tren surplus itu tidak terlepas dari kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah, peningkatan produksi dalam negeri, faktor harga global, serta perubahan rantai pasok akibat tekanan geopolitik.


















