Nozzel Pertamax Green 95 berwarna ungu. (IDN Times/Larasati Rey)
Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pasokan. Permintaan yang terus meningkat belum sepenuhnya diimbangi oleh kapasitas produksi domestik.
Menjawab tantangan tersebut, Pertamina NRE mengembangkan strategi multi-feedstock, multi-generation, dan multi-region. Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan berbagai sumber bahan baku seperti tebu, aren, singkong, jagung, dan sorgum, serta pengembangan bioetanol generasi kedua (2G) dari limbah pertanian seperti pelepah sawit dan batang tanaman. Pendekatan berbasis wilayah juga menjadi kunci, dengan mengoptimalkan potensi bahan baku unggulan di masing-masing daerah sesuai karakteristiknya.
“Dalam mewujudkan swasembada energi, sebenarnya tidak diperlukan pendekatan yang rumit. Yang dibutuhkan adalah memaksimalkan sumber daya yang kita miliki, yang sesungguhnya sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal,” lanjut John Anis pada keterangannya yang diterima, (27/4).