Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina NRE Ambil Peran Dalam Pengembangan Bioetanol Domestik
ilustrasi Perwira Pertamina bertugas di lapangan (dok. Pertamina NRE)
  • Pertamina NRE mengambil peran strategis dalam pengembangan bioetanol nasional dengan menyusun peta jalan dan strategi untuk mendukung ketahanan energi berbasis bahan bakar nabati.

  • Tantangan utama terletak pada kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan, sehingga Pertamina NRE menerapkan strategi multi-feedstock, multi-generation, dan multi-region untuk memaksimalkan potensi bahan baku lokal.

  • Pengembangan bioetanol diharapkan mengurangi ketergantungan impor, membuka lapangan kerja baru, serta menurunkan emisi nasional melalui kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengambil peran strategis dalam pengembangan bioetanol domestik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui bahan bakar nabati (BBN).
  • Who?
    Pertamina NRE bersama pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam kolaborasi pengembangan bioetanol di Indonesia.
  • Where?
    Kegiatan dan rencana pengembangan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia dengan pendekatan berbasis potensi bahan baku unggulan daerah.
  • When?
    Langkah ini berlangsung saat ini, di tengah situasi geopolitik global yang dinamis dan meningkatnya kebutuhan energi berkelanjutan.
  • Why?
    Pengembangan bioetanol dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, menambah lapangan kerja, serta menurunkan emisi nasional terutama di sektor transportasi.
  • How?
    Pertamina NRE menerapkan strategi multi-feedstock, multi-generation, dan multi-region dengan memanfaatkan tebu, aren, singkong, jagung, sorgum, serta limbah pertanian seperti pelepah sawit dan batang tanaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Di situasi geopolitik global yang dinamis, upaya mencari solusi energi yang berkelanjutan menjadi semakin mendesak. Salah satu jawabannya datang dari bioetanol sebagai bahan baku untuk bahan bakar nabati (BBN). 

Energi alternatif ini tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional.

1. Pertamina NRE ambil peran pengembangan BBN

Pegawai Pertamina menunjukkan warna ungu pada bahan bakar bioetanol (Pertamax Green 95). (IDN Times/Larasati Rey)

Kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan untuk mengimplementasi bioetanol di BBN. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebagai bagian dari perusahaan energi nasional terbesar di Indonesia turut mengambil peran strategis dalam pengembangan bioetanol nasional. 

Saat ini Pertamina NRE telah menyusun peta jalan sekaligus strategi pengembangannya.

2. Tantangan kesenjangan

Nozzel Pertamax Green 95 berwarna ungu. (IDN Times/Larasati Rey)

Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pasokan. Permintaan yang terus meningkat belum sepenuhnya diimbangi oleh kapasitas produksi domestik. 

Menjawab tantangan tersebut, Pertamina NRE mengembangkan strategi multi-feedstock, multi-generation, dan multi-region. Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan berbagai sumber bahan baku seperti tebu, aren, singkong, jagung, dan sorgum, serta pengembangan bioetanol generasi kedua (2G) dari limbah pertanian seperti pelepah sawit dan batang tanaman. Pendekatan berbasis wilayah juga menjadi kunci, dengan mengoptimalkan potensi bahan baku unggulan di masing-masing daerah sesuai karakteristiknya.

“Dalam mewujudkan swasembada energi, sebenarnya tidak diperlukan pendekatan yang rumit. Yang dibutuhkan adalah memaksimalkan sumber daya yang kita miliki, yang sesungguhnya sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal,” lanjut John Anis pada keterangannya yang diterima, (27/4). 

3. Mengurangi ketergantungan impor dan efek domino lain

Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Ia melanjutkan bahwa pengembangan bioethanol berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar sekaligus menciptakan efek domino lainnya, seperti penambahan lapangan pekerjaan. Bukan itu saja, pemanfaatan bioetanol untuk BBN juga berkontribusi dalam mendukung penurunan emisi nasional, khususnya di sektor transportasi. 

Dukungan yang komprehensif dari hulu hingga hilir sangat dibutuhkan dalam pengembangan bioetanol, termasuk kepastian pasokan bahan baku, mekanisme harga yang melindungi petani, serta kepastian penyerapan pasar.

“Diperlukan kolaborasi serta dukungan yang kuat antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan bioetanol dapat berjalan optimal. Dengan dukungan yang tepat, bioetanol dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi nasional,” tutup John. (WEB)

Editorial Team