Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Asumsi Makro 2027 Disepekati, Target Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen

Asumsi Makro 2027 Disepekati, Target Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen
Rapat Panja Penerimaan Negara APBN 2027. (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Komisi XI DPR RI dan pemerintah menyepakati asumsi makro RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen sebagai bagian dari KEM-PPKF.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan target tersebut menjadi langkah menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029 melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan penguatan investasi.
  • Asumsi makro lain mencakup inflasi 1,5–3,5 persen, nilai tukar Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, serta sasaran sosial seperti kemiskinan ekstrem nol persen dan TPT maksimal 4,87 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komisi XI DPR RI menyepakati asumsi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027. Salah satu kesepakatan utama adalah target pertumbuhan ekonomi tahun depan pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.

"Rapat kerja kita menyepakati kisaran pertumbuhan ekonomi pada angka yang sama," kata Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, dalam rapat panitia kerja di Gedung DPR, Kamis (11/6/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi XI DPR atas dukungan selama pembahasan KEM-PPKF 2027, yang berlangsung dinamis dan konstruktif.

Menurut Purbaya, target pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen menjadi tahapan menuju sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

"Pemerintah akan terus memastikan seluruh program prioritas berjalan efektif, memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, sektor keuangan dan Danantara, serta memperkuat iklim investasi melalui deregulasi dan penghapusan berbagai hambatan usaha (debottlenecking)," tegas Purbaya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan stabilitas makroekonomi yang kuat. Karena itu, pemerintah akan terus menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, dan mendorong biaya pendanaan (cost of fund) yang lebih kompetitif.

Berikut daftar kesepakatan asumsi makro dan sasaran pembangunan dalam KEM-PPKF 2027:

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027

- Pertumbuhan ekonomi: 5,8 persen-6,5 persen (YoY)

- Inflasi: 1,5 persen-3,5 persen (YoY)

- Nilai tukar rupiah: Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS

- Suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5 persen-7,3 persen

Sasaran dan Indikator Pembangunan 2027

- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 4,30 persen-4,87 persen

- Tingkat kemiskinan: 6,0 persen-6,5 persen

- Tingkat kemiskinan ekstrem: 0 persen

- Gini ratio: 0,362-0,367

- Indeks Modal Manusia (IMM): 0,575

- Indikator Kesejahteraan Petani: 0,8038

- Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 persen

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More