Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BI Naikkan Suku Bunga, Modal Asing Kembali Mengalir ke Pasar Keuangan

BI Naikkan Suku Bunga, Modal Asing Kembali Mengalir ke Pasar Keuangan
ilustrasi obligasi (unsplash.com/Viacheslav Bublyk)
Intinya Sih
  • Bank Indonesia menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen yang mendorong arus masuk modal asing ke instrumen SRBI dan SBN, menandakan respons positif investor terhadap kebijakan moneter.
  • Masuknya kembali modal asing memperkuat nilai tukar rupiah hingga berada di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS, menunjukkan peningkatan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.
  • BI berkomitmen menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar dan penguatan instrumen keuangan, sementara analis memproyeksikan rupiah masih berpeluang menguat meski ruangnya terbatas akibat faktor global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - . Bank Indonesia (BI) menyebut respons investor asing terhadap bauran kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral mulai terlihat positif. Setelah BI menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen dan memperkuat daya tarik instrumen keuangan domestik, aliran modal asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan penguatan respons investor tercermin dari meningkatnya arus masuk modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Selain itu, aliran dana asing juga mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), terutama pada tenor pendek hingga menengah.

"Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut," tegasnya Denny dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

1. Rupiah berhasil menguat di bawah batas psikologis

ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)
ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)

Ia menjelaskan masuknya kembali modal asing tersebut turut menopang pergerakan nilai tukar rupiah. BI mencatat rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Bahkan, pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (12/6/2026) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.946 per dolar AS. Posisi ini menguat 42 poin atau 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

2. BI optimalkan langkah stabilisasi rupiah

Logo Bank Indonesia
Logo Bank Indonesia

Ke depan, BI menegaskan akan terus mencermati dinamika pasar keuangan global dan domestik. Bank sentral juga akan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung keberlanjutan aliran masuk modal asing.

"Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur," ungkapnya.

3. Rupiah diproyeksi menguat hari ini

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan mendatang.

Namun, ruang penguatan diperkirakan terbatas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global juga dapat memberikan tekanan terhadap rupiah. Pasalnya, Indonesia masih menjadi negara pengimpor minyak sehingga kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan meningkatkan kebutuhan valuta asing.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas terhadap dolar AS.

"Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18 ribu per dolar AS," tegasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More