Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pertamina: Stok BBM Tak Akan Habis dalam 21 Hari sesuai Batas Minimum

Pertamina: Stok BBM Tak Akan Habis dalam 21 Hari sesuai Batas Minimum
Ilustrasi SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi)
Intinya Sih
  • Pertamina memastikan stok BBM dan LPG nasional tetap aman di atas batas minimum 21–23 hari, bahkan beberapa produk mencapai cadangan hingga 35 hari.
  • Pengawasan pasokan energi dilakukan ketat lewat Pertamina Digital Hub yang memantau distribusi dari hulu hingga hilir sebagai langkah mitigasi risiko dan menjaga ketahanan energi.
  • Pergerakan kapal, operasional kilang, serta distribusi ke SPBU dimonitor real-time melalui dashboard terpadu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau gangguan rantai pasok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) dan juga LPG aman. Perusahaan pelat merah itu memastikan stok BBM dan LPG tak akan habis dalam 21 hari, karena terus dilakukan langkah penguatan (build-up) pasokan energi.

Sesuai dengan aturan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21–23 hari. Bahkan, pada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari.

1. Cadangan energi sesuai ketentuan minimum

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak di SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi)
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak di SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi)

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, setelah 21-23 hari, bukan berarti cadangan BBM habis total. Pertamina mempertahankan cadangan di level aman dengan terus melakukan penambahan pasokan.

"Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum," kata Baron dikutip dari keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

2. Pasokan selalu dipantau ketat

Ilustrasi pekerja kilang minyak Pertamina. (dok. Pertamina)
Ilustrasi pekerja kilang minyak Pertamina. (dok. Pertamina)

Lebih lanjut, pasokan cadangan energi juga dipantau secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, yaitu sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi,” ucap Baron.

3. Pergerakan kapal dipantau

Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)
Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga.

Sementara itu pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina. Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Penggunaan teknologi tinggi juga memudahkan Pertamina dalam memonitor ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Pertamina mampu memonitor awak mobil tangki dalam proses distribusi ke SPBU, hingga memonitor jumlah stok di masing-masing SPBU.

"Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi," ujar Baron.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More