PGN Targetkan Volume Niaga Gas 877 BBTUD pada 2026

- PGN menargetkan penyaluran gas bumi 877 BBTUD pada 2026, naik 4 persen, didorong peningkatan permintaan industri dan pelanggan baru di Jawa Timur serta Jawa Tengah.
- Perusahaan fokus memperkuat infrastruktur transmisi, distribusi, dan regasifikasi melalui proyek pipa baru, perluasan jargas rumah tangga, serta inovasi moda beyond pipeline seperti CNG dan LNG Hub retail.
- Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit PGN di level BBB- dengan outlook stabil, mencerminkan ketahanan bisnis dan posisi strategis PGN sebagai pengelola infrastruktur gas nasional.
Jakarta, IDN Times - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menargetkan penyaluran gas bumi ke berbagai segmen pelanggan sekitar 877 BBTUD pada tahun ini. Target itu tumbuh sebesar 4 persen.
Peningkatan target tersebut didorong optimisme terhadap pertumbuhan demand dari beberapa kawasan industri dan pelanggan baru, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selaku subholding gas Pertamina, PGN juga akan melengkapi layanan gas bumi dengan penyaluran LNG.
"Optimisme ini yang mendorong PGN untuk memperkuat operasional sebagai pondasi Utama," kata Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangan resminya, Kamis (12/3/2026).
Fajriyah menjelaskan, fokus PGN pada 2026 adalah penguatan operasional sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keandalan layanan kepada pelanggan.
"PGN juga memiliki harapan besar untuk menyambungkan gas bumi menuju masyarakat di berbagai sektor masyarakat dan pusat-pusat ekonomi," ujarnya.
1. Proyek strategis PGN

Proyek strategis PGN utamanya, yaitu akselerasi sejumlah inisiatif untuk memperkuat infrastruktur transmisi, distribusi dan regasifikasi. Arah pengembangan ini mencakup perluasan jangkauan layanan melalui customer attachment yang menyasar sektor komersial dan industri di berbagai skala usaha.
PGN juga tengah menyelesaikan proyek infrastruktur seperti Pipa Cikampek - Plumpang, rencana penambahan jalur Pipa Distribusi Sei Mangkei serta pengembangan fasilitas penyimpnanan dan regasifikasi LNG.
Kemudian dalam upaya memperluas akses energi ke rumah tangga, PGN mengakselerasi jaringan gas rumah tangga (jargas) di Sumatera dan Jawa. Langkah ini dibarengi dengan inovasi infrastruktur midstream melalui moda beyond pipeline, yaitu CNG cylinder, LNG Hub retail, trucking dan Vertical Gas Liquid (VGL) tank.
2. PGN perkuat infratsruktur LNG

Melengkapi inovasi tersebut, PGN menguatkan infrastruktur LNG melalui optimalisasi fasilitas Hub & Storage Arun yang kini telah dilengkapi dengan fasilitas keamanan prima dan ekspansi pengembangan fasilitas LNG ke wilayah Indonesia timur untuk sektor kelistrikan.
PGN tetap melanjutkan inisiatif low emission, di mana PGN berkomitmen terhadap keberlanjutan melalui pengembangan renewable & natural gas products for Green Energy Business, seperti biomethane dan gas derivatives.
"Dalam pelaksanaan pengembangan proyek strategis di tahun 2026, PGN terus berupaya optimal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat maupun perusahaan," ucap Fajriyah.
3. Fitch pertahankan rating PGN

Di sisi lain, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit investment grade PGN pada level BBB- dengan outlook stabil untuk mata uang asing maupun rupiah.
Penegasan peringkat ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis, kekuatan arus kas, serta posisi strategis PGN sebagai pengelola infrastruktur gas bumi nasional, di tengah dinamika pasar dan penyesuaian outlook terhadap sejumlah korporasi Indonesia setelah perubahan outlook sovereign Indonesia oleh Fitch.
Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan menyampaikan, afirmasi rating tersebut menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap fundamental bisnis dan stabilitas operasional PGN.
"Penegasan peringkat BBB- dengan Outlook Stabil mencerminkan ketahanan fundamental PGN yang didukung oleh portofolio infrastruktur gas yang strategis, kinerja operasional yang andal, serta pengelolaan keuangan yang disiplin," tuturnya.
Ke depan, PGN akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas bumi nasional, integrasi portofolio pasokan gas pipa dan LNG, serta peningkatan efisiensi operasional guna menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.
"PGN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia," ucap Catur.


















