Prabowo Cerita Pengalaman Jadi Investor Asing usai Tinggalkan Militer

- Prabowo memiliki pengalaman menjadi investor asing di Kazakhstan dan Azerbaijan.
- Fokus pemerintah untuk menciptakan kepastian hukum dan memberantas berbagai penyimpangan demi menarik minat investor.
- Prabowo menjamin keamanan dan perlindungan terhadap investor asing, serta menghargai kesepakatan yang telah dibuat dengan mereka.
Washington D.C., IDN Times - Presiden Prabowo Subianto berbagi pengalamannya bertransformasi dari militer ke dunia bisnis, bahkan hingga ke mancanegara sebagai investor asing. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
"Setelah militer, saya terjun ke dunia bisnis. Saya juga berbisnis di negara-negara di luar Indonesia. Jadi, saya tahu dan memiliki pengalaman menjadi investor asing," kata Prabowo.
1. Prabowo paham kekhawatiran investor asing

Prabowo mengaku pernah menjadi investor asing di negara-negara seperti Kazakhstan dan Azerbaijan, sehingga memahami kekhawatiran yang biasanya dirasakan korporasi global saat berinvestasi di luar negeri.
"Kami pernah berada di Kazakhstan, kami juga ada di Azerbaijan. Jadi, kami memahami kekhawatiran korporasi dan bisnis asing," ujar orang nomor satu di Indonesia itu.
2. Fokus ciptakan kepastian hukum

Demi menarik minat investor, Prabowo berkomitmen menciptakan kepastian dalam proses hukum di Indonesia. Dia menegaskan pemerintahannya sangat serius melawan korupsi dan berbagai penyimpangan.
"Kami tahu kami memiliki banyak masalah. Kami memiliki masalah penyelundupan, perdagangan manusia, aktivitas ekonomi ilegal, pertambangan liar, perikanan liar, dan penebangan liar," ungkapnya.
Menurutnya, pembersihan masalah-masalah tersebut akan memperkuat stabilitas sosial serta politik. Hal itu diyakini bakal menciptakan lingkungan yang jauh lebih kondusif bagi pertumbuhan aktivitas bisnis dan ekonomi di tanah air.
3. Jamin keamanan investor asing

Prabowo juga menjamin pemerintah akan selalu menjunjung tinggi kesucian kontrak dan kesepakatan yang telah dibuat dengan mitra asing. Dia menekankan melindungi dan menghargai tamu asing adalah tradisi bangsa Indonesia.
Baginya, meski ada dinamika internal di dalam negeri, keamanan dan kenyamanan investor asing harus tetap menjadi prioritas yang dilindungi.
"Semua tamu kami anggap harus dilindungi. Kami boleh saja bertengkar di antara sesama kami, tetapi bagi kami, tamu asing atau tamu dalam tradisi kami harus dilindungi dan dihargai," ujarnya.
















