Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Tegaskan BRICS Punya Kekuatan Ekonomi Sangat Besar
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menyatakan BRICS mewakili setengah populasi dunia, pasar besar, produsen energi utama, serta porsi signifikan ekonomi dan perdagangan global.
  • Menurut Prabowo, mobilisasi sumber daya BRICS untuk infrastruktur dan pembangunan dapat memperkuat ketahanan pangan-energi serta kemampuan Global South membiayai masa depannya.
  • Prabowo mendorong sistem multilateral yang lebih kuat, dengan PBB yang direformasi agar representatif dan responsif, serta lembaga keuangan internasional yang berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo datang ke pertemuan BRICS di New Delhi, India. Ia bilang BRICS punya kekuatan ekonomi yang sangat besar karena anggotanya banyak dan punya pasar, energi, serta sumber daya. Sekarang ia ingin negara BRICS saling membantu soal makanan, energi, pembangunan, dan teknologi. Ia juga ingin PBB menjadi lebih adil untuk semua negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kekuatan kolektif BRICS dipandang membuka ruang konstruktif bagi negara-negara berkembang untuk memperluas pembiayaan pembangunan, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan keterhubungan sumber daya, teknologi, dan pengetahuan. Penekanan pada PBB yang lebih representatif juga mencerminkan dorongan agar tata kelola global memberi manfaat yang lebih merata bagi seluruh negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan BRICS memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas kolektif untuk berkontribusi terhadap ketahanan global.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” katanya dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Prabowo menilai kekuatan kolektif BRICS dapat menjadi modal untuk memperkuat tata kelola global, menjaga ketahanan pangan dan energi, serta membuka peluang pembangunan bagi negara-negara berkembang. Mobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan ekonomi dinilai dapat meningkatkan kemampuan Global South membiayai masa depannya sendiri.

“BRICS memiliki peran untuk dimainkan dengan memperkuat kapasitas kita sendiri dalam berkontribusi terhadap ketahanan global. Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas Global South untuk membiayai masa depannya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo mengatakan kekuatan kolektif BRICS dapat dioptimalkan dengan memperkuat keterhubungan pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan antarnegara anggota.

Keterhubungan tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi negara berkembang dan memperkuat suara Global South dalam membentuk institusi global, menjaga perdamaian, dan memperjuangkan keadilan.

“Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi. Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kita terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya membangun sistem multilateral yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan seluruh negara, baik negara besar maupun kecil serta negara kuat maupun lemah.

Dalam konteks itu, Prabowo mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, dengan reformasi agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat dunia.

“PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kita. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kita juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai,” pungkas Presiden Prabowo.

Dengan penguatan BRICS dan reformasi tata kelola global, Prabowo mendorong tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Sistem tersebut diharapkan memberi ruang bagi seluruh bangsa untuk menentukan dan membiayai masa depannya sendiri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article