Profil Jusuf Hamka, Pengusaha Jalan Tol Diangkat Jadi Wantimpres

Presiden Prabowo Subianto melantik Jusuf Hamka sebagai salah satu dari 26 anggota Wantimpres di Istana Negara pada 2 Oktober 2026, berdasarkan Keppres Nomor 107/P Tahun 2026.
Jusuf Hamka, atau Babah Alun, lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957 dari keluarga Tionghoa-Indonesia terdidik; ia pernah berjualan asongan dan tidak menamatkan pendidikan di beberapa kampus.
Ia dikenal sebagai pengusaha konstruksi dan pemilik manfaat mayoritas CMNP, operator sejumlah jalan tol; bisnis perusahaan tersebut kini turut dijalankan anak-anaknya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (2/10/2026). Salah satunya, pengusaha jalan tol Jusuf Hamka.
Adapun Ketua Watimpres adalah Praktikno, sedangkan wakil ketua dijabat Hatta Rajasa. Adapun pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor tentang 107/P tahun 2026, Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.
Mengenai Jusuf Hamka, berikut profil dan jejaknya hingga duduk di jajaran Watimpres Prabowo Subianto.
1. Jusuf Hamka dikenal sebagai Babah Alun, lahir dan tumbuh di keluarga terpelajar

Pengusaha dan bos jalan tol, Jusuf Hamka. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta) Pria yang memiliki nama lengkap Mohammad Jusuf Hamka tersebut dikenal sebagai Babah Alun. Jusuf Hamka sendiri lahir dengan nama Alun Joseph di Jakarta, pada 5 Desember 1957.
Ia juga akrab dikenal sebagai seorang pengusaha muslim berdarah Tionghoa-Indonesia. Jusuf Hamka lahir dan tumbuh dalam keluarga Tionghoa yang melek pendidikan. Ayahnya, Joseph Suhaimi merupakan akademisi di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, sementara ibunya, Suwanti Suhaimi berprofesi sebagai guru.Â
2. Jusuf Hamka pernah jualan asongan hingga menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi

Jusuf Hamka temui Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat (dok. Tim Prabowo) Meski tumbuh di keluarga berpendidikan, masa kecil Jusuf Hamka diwarnai pengalaman hidup yang cukup keras. Ia pernah berjualan asongan seperti es mambo dan kacang-kacangan. Usai bersekolah, Jusuf Hamka berjualan di sekitar Masjid Istiqlal untuk membantu perekonomian keluarga.
Saat tumbuh dewasa, Jusuf Hamka sempat mengenyam pendidikan di beberapa perguruan tinggi. Namun, tidak ada satu pun yang sampai tamat. Ia mengaku tidak merampungkan pendidikan karena tidak suka pendidikan formalitas.Â
Adapun beberapa kampus yang pernah dicicipi Jusuf Hamka, di antaranya, Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (1974), Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (1974), Administrasi Bisnis di Columbia College (1977), dan jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jayabaya (1980).
3. Jusuf Hamka dikenal sebagai pengusaha jalan tol

Jusuf Hamka (IDN Times/Trio Hamdani) Di sisi lain, Jusuf Hamka merupakan seorang pengusaha terkenal di bidang konstruksi, khususnya pembangunan jalan tol. Jusuf Hamka juga dikenal sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan yang mengoperasikan sejumlah jalan tol besar di Indonesia, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada.
Nama Jusuf Hamka memang tak terpampang sebagai pengurus perusahaan di CMNP. Namun, rupanya dia berstatus sebagai pemilik manfaat (beneficial ownership). Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkumham, beneficial ownership adalah orang perseorangan yang dapat menunjuk atau menghentikan direksi, dewan komisaris, pengurus, pembina atau pengawas pada koperasi.
Beneficial ownership juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan korporasi, berhak atas dan atau menerima manfaat dari korporasi baik langsung maupun tidak langsung, merupakan pemilik sebenarnya dari dana atau saham korporasi dan atau memenuhi kriteria.
Adapun direktur Utama CMNP adalah putrinya, Fitria Yusuf. Sementara putranya, Feisal Hamka menjadi Komisaris Utama. Anak-anaknya kini meneruskan bisnisnya dengan berada di jajaran pengurus anak usaha perusahaan lainnya.
Adapun CMNP saat ini memiliki lima anak perusahaan, yaitu PT Citra Margatama Surabaya pemegang konsesi jalan tol ruas Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya; PT Citra Waspputowa pemegang konsesi jalan tol ruas Antasari-Depok-Bogor; PT Citra Persada Infrastruktur sebagai sepesialis operation and maintenance jalan tol, sekaligus induk usaha PT Girder Indonesia; PT Citra Marga Nusantara Propertindo yang bergerak di bidang properti dan pengembangan kawasan; serta PT Citra Marga Lintas Jabar, pemegang konsesi ruas Soreang-Pasir Koja (Soroja) Bandung, Jawa Barat, sepanjang 8,15 kilometer.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















