Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Rusia
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • PT Pupuk Indonesia menandatangani studi bersama untuk mengkaji potensi investasi pabrik urea di Vladivostok, Rusia.
  • Rosan menilai kinerja Pupuk Indonesia membaik dan lebih efisien, sehingga berpotensi berinvestasi bersama Ruschem.
  • Penjajakan ini dikaitkan dengan penguatan ketahanan pangan nasional serta perluasan ekspansi global Pupuk Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis, 3 September 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok. Pertemuan membahas peluang kerja sama di sejumlah bidang, termasuk investasi.

Jumat (4/9/2026)

Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa ia bersama Direktur Utama Pupuk Indonesia menandatangani joint study untuk melihat potensi investasi pabrik urea di Vladivostok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Pupuk Indonesia menandatangani perjanjian studi bersama untuk mengkaji potensi investasi pabrik urea.
  • Who?
    PT Pupuk Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, Rahmad Pribadi, Danantara, dan perusahaan Rusia Ruschem.
  • Where?
    Vladivostok, Rusia.
  • When?
    Penandatanganan disampaikan pada Jumat (4/9/2026). Penjajakan menjadi bagian pertemuan di Vladivostok pada Kamis, 3 September 2026.
  • Why?
    Untuk mengkaji potensi investasi, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan memperluas ekspansi global.
  • How?
    Melalui perjanjian studi bersama atau joint study antara Pupuk Indonesia dan pihak terkait untuk melihat potensi investasi di Vladivostok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pupuk Indonesia membuat janji untuk belajar bersama tentang kemungkinan membangun pabrik pupuk urea di Vladivostok, Rusia. Rosan Perkasa Roeslani dan Rahmad Pribadi ikut menandatangani janji itu. Mereka melihat Vladivostok menarik karena menghadap Pasifik, tempat pasar utama Pupuk Indonesia berada. Sekarang mereka sedang mengkaji kemungkinan investasi itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Studi bersama membuka ruang pengkajian potensi investasi secara terarah sebelum langkah lanjutan dilakukan. Posisi Vladivostok yang menghadap Pasifik juga dinilai menarik karena kawasan tersebut merupakan salah satu pasar utama Pupuk Indonesia. Penjajakan ini sejalan dengan arahan memperkuat ketahanan pangan nasional dan memperluas ekspansi global.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian studi bersama (joint study) untuk mengkaji potensi investasi pabrik urea di Vladivostok, Rusia. Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.

"Saya bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia. Kami baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea, ya," kata Rosan, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/9/2026).

1. Sejalan dengan kinerja Pupuk Indonesia yang dinilai makin efisien

Petugas mobil uji tanah dari Pupuk Indonesia saat mengambil sampel tanah sawah petani di Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Rosan mengatakan kinerja Pupuk Indonesia terus membaik dan semakin efisien. Kondisi tersebut membuat perusahaan memiliki potensi besar untuk berinvestasi di Vladivostok bersama perusahaan Rusia, Ruschem.

"Dan diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga sektor ketahanan pangan dan industri kita," ujar Rosan.

2. Pupuk Indonesia didorong perluas ekspansi global

Aktivitas di gudang PT Pupuk Indonesia (Persero) Serdang Bedagai (Dok. IDN Times)

Sementara, Rahmad mengatakan penandatanganan perjanjian studi bersama dilakukan sesuai arahan Danantara agar perusahaan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan memperluas ekspansi global.

"Jadi, tadi sebagaimana sudah disampaikan sesuai dengan arahan dari Danantara untuk Pupuk Indonesia bisa semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan juga memperluas ekspansi global," ujar Rahmad.

3. Vladivostok dekat pasar utama Pupuk Indonesia

Seorang pekerja di pabrik PT Pupuk Indonesia sedang mengemas karung pupuk di lini produksi. (Dok. Pupuk Indonesia)

Rahmad mengatakan posisi Vladivostok menjadi salah satu hal yang menarik dalam penjajakan tersebut. Vladivostok menghadap ke Pasifik, yang selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

"Ini menjadi menarik karena Vladivostok menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," kata dia.

Penjajakan investasi tersebut menjadi bagian dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis (3/9/2026). Pertemuan itu membahas sejumlah peluang kerja sama untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara, mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, pertahanan, investasi, hingga perkapalan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

BTN Rombak 5 Direksi!04 Sep 2026, 17:43 WIB