Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Putin Tawarkan Kapal Pengolah Ikan Canggih ke Indonesia

Putin Tawarkan Kapal Pengolah Ikan Canggih ke Indonesia
Presiden Prabowo hadiri jamuan santap siang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladivostok, Rusia pada Kamis (3/9/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Vladimir Putin menawarkan kapal mutakhir lebih dari 102 meter untuk pengolahan ikan secara langsung di Indonesia.
  • Prabowo Subianto akan segera mengirim tim untuk mempelajari kapal yang ditawarkan Rusia.
  • Indonesia dan Eurasia juga akan meratifikasi FTA, sementara kerja sama pertanian, ESDM, mineral, dan pertahanan dibahas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kerja sama di bidang perkapalan kepada Indonesia. Salah satu tawarannya berupa kapal mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mengolah ikan secara langsung.

Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, kapal tersebut ditawarkan untuk mendukung pengolahan ikan Indonesia secara langsung sehingga kualitas hasilnya dapat lebih baik.

"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga kita menjadi lebih baik kualitasnya," katanya dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/9/2026).

  1. 1. Prabowo segera kirim tim untuk pelajari

    Prabowo, Vladivostok, Putin, Rusia
    Presiden Prabowo Subianto ketika bertemu Presiden Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia pada September 2026. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

    Rosan mengatakan tawaran kapal tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Putin di Vladivostok, Rusia. Prabowo akan mengirim tim untuk mempelajari kapal yang ditawarkan Rusia tersebut.

    "Dari bapak presiden akan mengirim tim ya segera untuk mempelajari kapal tersebut," ujar mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

  2. 2. FTA Indonesia-Eurasia segera diratifikasi

    Presiden Prabowo hadiri jamuan santap siang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladivostok, Rusia pada Kamis (3/9/2026).
    Presiden Prabowo hadiri jamuan santap siang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladivostok, Rusia pada Kamis (3/9/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Selain kerja sama perkapalan, Rosan mengatakan perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Eurasia juga akan diratifikasi. Menurutnya, ratifikasi FTA tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perdagangan Indonesia dan negara-negara Eurasia.

    "Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara," tuturnya.

  3. 3. Prabowo-Putin bahas berbagai peluang kerja sama

    Prabowo, Putin, Vladivostok
    Presiden Prabowo Subianto (kiri) ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum mengikuti jamuan makan siang di Vladivostok pada September 2026. (Dokumentasi Biro Pers Istana)

    Rosan mengatakan Prabowo bertemu dengan Putin bersama para menteri dan delegasi dari Rusia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah potensi kerja sama. Pembahasan mencakup bidang pertanian hingga pertahanan.

    "Kita membahas banyak hal dan potensi kerja sama di berbagai bidang baik itu bidang pertanian, kemudian ESDM, kemudian kerja sama di bidang mineral dan juga di bidang pertahanan," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More