Purbaya Ancam Obrak-Abrik Pajak-Bea Cukai, Bakal Ada Pegawai Dirumahkan

- Bakal ada pegawai yang dirumahkan
- Pembenahan di Bea Cukai dan Pajak penting untuk dilakukan
- Purbaya sudah rombak jajaran pejabat DJP kanwil Jakut
Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan merombak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai bagian dari upaya bersih-bersih di tubuh kedua instansi tersebut. Purbaya mengatakan, ia tidak akan segan mengobrak-abrik jajaran kedua direktorat jenderal (dirjen) itu jika penerimaan pajak dan bea cukai tahun ini terus merosot.
Langkah ini diambil Purbaya untuk menekan kebocoran penerimaan negara. Ia mengungkapkan, rencana perombakan besar-besaran sudah ada sejak tahun lalu, namun baru bisa dilaksanakan setelah bergabung dalam pemerintahan pada September 2025. Selain itu, perombakan yang dilakukan menjelang akhir tahun berisiko mengganggu kinerja kementerian, terutama di tengah fase krusial untuk menggenjot penerimaan pajak.
"Saya sedang memperbaiki Bea Cukai dan Pajak. Ini serius, besok salah satunya akan dirombak. Langkah ini seharusnya bisa memperbaiki cara kerja Pajak dan Bea Cukai, dan menghindarkan kebocoran yang selama ini terjadi," katanya saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
1. Bakal ada pegawai yang dirumahkan

Purbaya menuturkan, dalam penataan pejabat, beberapa dianggap layak dipromosikan, sementara yang lain akan dipindahkan melalui skema tukar guling. Ia menambahkan, tidak akan ada pegawai dari luar kedua instansi tersebut yang dipilih karena ia membutuhkan kecepatan dalam bertindak serta pengetahuan yang memadai mengenai kedua instansi tersebut.
Oleh karena itu, rotasi jabatan menjadi pilihan untuk mengefisiensi waktu sekaligus memastikan konsistensi kinerja kedua instansi. Purbaya juga mengungkapkan, lima pejabat di jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bertugas di lima pelabuhan besar akan dirumahkan.
"Yang jelas, beberapa pejabat tersebut akan saya rumahkan. Ini sebagai pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi, pejabat di lima pelabuhan besar tersebut akan diganti semua," tuturnya.
2. Pembenahan di Bea Cukai dan Pajak penting untuk dilakukan

Purbaya mengungkapkan, pembenahan di Bea Cukai dan Pajak merupakan ancaman serius. Bahkan, kata Purbaya, peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bisa saja digantikan oleh Societe Generale de Surveillance (SGS).
"Karena Pak Presiden bilang, kalau Bea Cukai tidak berfungsi dengan baik tahun ini, mungkin akhir tahun akan digantikan dengan SGS," ujarnya.
Purbaya menambahkan, hal yang sama berlaku untuk Direktorat Jenderal Pajak. "Tahun lalu, penerimaan pajak tidak tercapai, saya masih bisa bilang bahwa saya menteri baru. Tapi tahun ini, saya tidak bisa lagi beralasan seperti itu. Kalau kinerja tidak membaik, saya yang akan disalahkan. Tapi sebelum saya disalahkan, saya akan bertindak duluan, dengan merombak Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai," tuturnya.
3. Purbaya sudah rombak jajaran pejabat DJP kanwil Jakut

Purbaya telah merombak jajaran pejabat DJP wilayah Jakarta Utara dengan melantik empat pejabat baru pada Kamis (22/1). Langkah ini dilakukan menyusul kekosongan jabatan setelah sejumlah pegawai pajak terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Perombakan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat pengawasan internal dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi perpajakan, khususnya di wilayah Jakarta Utara yang sebelumnya terseret kasus penyelewengan.
Dalam pelantikan tersebut, Purbaya melantik Untung Supardi sebagai Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara, Gorga Parlaungan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Hadi Suprayitno sebagai Kepala Seksi Pengawasan 3 KPP Madya Jakarta Utara, serta Andika Aris sebagai Pejabat Fungsional Pejabat Ahli Muda KPP Madya Jakarta Utara.
Pelantikan digelar untuk mengisi posisi strategis yang kosong akibat proses hukum terhadap sejumlah oknum pajak. Purbaya menegaskan, pengisian jabatan tersebut bukan sekadar rotasi administratif.
“Kepada saudara-saudara yang dilantik, saudara bukan mengalihkan kursi tapi mengambil alih kepercayaan negara, kepercayaan rakyat pada kita, dan kepercayaan pegawai pajak yang kerja tulus, kerjanya benar, dan menjaga marwah Kementerian Keuangan,” ujar Purbaya.

















