Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya ke Pegawai Pajak: Kalau Ada yang Nawar, Bawa Beking, Hajar!

WhatsApp Image 2026-01-22 at 4.00.50 PM.jpeg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik empat pejabat baru di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Utara. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Purbaya tegaskan tak boleh ada celah suap.
  • Peran pegawai pajak sangat penting bagi NKRI.
  • Bekingan pegawai pajak disebutnya Prabowo Subianto.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta semua pegawai pajak untuk bekerja dengan baik. Sebab, satu orang yang menyimpang bisa merusak kepercayaan rakyat dan berpengaruh pada penerimaan negara.

"Saya yakin, dengan teman-teman yang lebih baik ke depan, target pajak kita harusnya bisa tercapai," kata Purbaya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Gambir, Kamis (22/1/2026).

1. Purbaya tegaskan tak boleh ada celah suap

WhatsApp Image 2026-01-22 at 12.28.22 (1).jpeg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik empat pejabat baru di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Utara. (IDN Times/Triyan).

Untuk memastikan pencapaian target pajak negara, Purbaya meminta agar pegawai pajak lebih solid ke depannya. Ia menekankan bahwa pemimpin unit pajak memiliki peran yang sangat krusial, karena mereka berada di garis depan tempat wajib pajak dan dunia usaha berinteraksi langsung dengan otoritas pajak.

"Saudara-saudara semua memimpin unit di garis depan. Di sana, wajib pajak datang, dunia usaha datang, dan di situlah kepercayaan negara dipertaruhkan. Jadi, jika ada yang menawar atau membawa beking, beri tahu saya. Kita akan bereskan bersama-sama," tegas Purbaya.

2. Peran pegawai pajak sangat penting bagi NKRI

WhatsApp Image 2026-01-22 at 12.28.22.jpeg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik empat pejabat baru di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Utara. (IDN Times/Triyan).

Purbaya menegaskan pentingnya peran strategis yang diemban oleh pegawai pajak dalam menjaga kelangsungan fiskal yang sehat dan stabil, karena hal tersebut memiliki dampak langsung terhadap masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kalau fiskal kondisinya berantakan, maka kepentingan kita akan berantakan juga. Itu bisa mempengaruhi kebutuhan NKRI pada akhirnya. Jadi peran anda gak main-main, kita bisa susah satu negara. Seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang saya banggakan, Presiden (Prabowo Subianto) sudah memberi arah jelas lewat astacita. Kita diminta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan," tegas Purbaya.

3. Bekingan pegawai pajak disebutnya Prabowo Subianto

Presiden Prabowo dalam pidatonya saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, di Balikpapan, Kalimantan Timur
Presiden Prabowo dalam pidatonya saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/1/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Purbaya mengingatkan bahwa "bekingan" pegawai pajak adalah Presiden Prabowo Subianto langsung, yang bertujuan untuk mengamankan penerimaan negara. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk tidak takut dengan siapa pun yang mengaku memiliki bekingan kuat.

"Kalau ada yang ribut-ribut, hajar. Kalau ada yang bawa beking, hajar. Kalau yang bekingnya terlalu kuat, kasih tahu saya. Kita bekingnya presiden langsung jadi Anda nggak usah takut. Kan tidak ada bintang yang lebih tinggi dari presiden kan? Jadi harusnya Anda semua menjalankan tugas Anda, kecuali Anda punya niat sendiri yang tidak bagus," ucap Purbaya.

Purbaya mengaku telah mengetahui dari pegawai pajak bahwa pihak yang suka tawar-menawar memiliki bekingan. Meski tidak dijelaskan lebih lanjut siapa bekingan yang dimaksud.

"Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada bekingnya. Siapa bekingnya? Diem. Jadi saya agak bingung. Saya sih selama ini nggak pernah dengar ada beking nama-nama yang muncul, hanya samar-samar saja. Itu yang saya tegaskan tadi, kalau ada ya kasih tahu saya, diberesin," tuturnya.

"Jadi ini bukan main-main. Kalau tahun lalu kan saya bisa bilang pendapatan pajak nggak tercapai saya masih baru, tahun ini kan saya nggak bisa," tambahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Trump Batal Pasang Tarif 25 Persen ke Negara NATO, Harga Saham Naik!

22 Jan 2026, 16:08 WIBBusiness