Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa heran karena pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia selalu dipantau ketat oleh lembaga internasional. Sejauh ini, Indonesia masih menjaga defisit di bawah 3 persen.
Padahal, jika melihat hitungan di atas kertas dan teori ilmiah, dia menilai posisi fiskal Indonesia sudah sangat kokoh dan sulit untuk dikritik. Purbaya mencermati adanya perbedaan perlakuan antara teori keilmuan dengan praktek yang terjadi.
"Kita yang diincar, Pak. Saya nggak tahu kenapa? Mungkin kita masih kurang doa, Pak. Karena di atas kertas, secara keilmuan, selesai, Pak, kita nggak bisa dikritik mana-mana. Tapi pada prakteknya seperti itu," katanya dalam rapat kerja (raker) bersama Komite IV DPD RI, Jakarta, Senin (22/6/2026).
