ilustrasi data center (freepik.com)
CEO LG Sinar Mas, Donghyup Han, mengatakan kesiapan pusat data dalam mendukung AI tidak hanya ditentukan oleh jumlah rak server, tetapi juga oleh kapasitas daya, sistem pendinginan, dan kemampuan struktur bangunan.
Selain itu, SMX01 dikembangkan sebagai pusat data carrier-neutral yang terhubung dengan berbagai penyedia layanan internet. Fasilitas ini memiliki empat titik akses jaringan dan terkoneksi dengan jaringan Edge data center milik SM+.
"Dari sisi efisiensi energi, SMX01 dirancang agar seluruh data hall dapat menggunakan teknologi liquid cooling maupun sistem pendinginan udara konvensional. Penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan pendinginan server dengan konsumsi daya tinggi," jelasnya.
SMX01 juga menerapkan sistem pendinginan chilled water dengan sirkulasi tertutup untuk mengurangi konsumsi air. Pengelolaan sumber daya turut didukung oleh pemanfaatan air hujan, pengolahan air limbah, serta pemantauan operasional.
CEO KIRA, Yong Sik Kim, mengatakan pencapaian status Ready for Service SMX01 menjadi tonggak penting bagi investasi jangka panjang perusahaan di sektor infrastruktur digital Indonesia. Menurut dia, beroperasinya fasilitas tersebut menandai peralihan investasi dari tahap pengembangan menjadi infrastruktur digital yang siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Sementara itu, jaringan SM+ Data Centers kini mencakup 31 pusat data di 25 kota di Indonesia, termasuk 30 Edge data center, dengan memperhitungkan akuisisi yang baru-baru ini diumumkan. Ketiga mitra menyebut SMX01 telah menarik minat calon pelanggan dari pasar global, regional, maupun domestik. Setelah resmi beroperasi, perusahaan akan berfokus pada proses onboarding pelanggan dan stabilisasi operasional.
Ke depan, SMX01 diharapkan menjadi ekosistem pusat data carrier-neutral yang menghubungkan penyedia layanan cloud, operator jaringan, perusahaan, serta pengembang AI. Model pengembangan fasilitas ini juga berpotensi diterapkan di lokasi lain untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pusat data di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.