Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi data center (pexels.com/Christina Morillo)
  • SMX01 di kawasan bisnis Jakarta resmi Ready for Service dengan kapasitas 21 MW, dikembangkan SM+ Data Centers, KIRA, dan LG Sinar Mas untuk kebutuhan cloud serta komputasi AI.
  • Fasilitas ini dirancang modular, berstandar hingga Tier IV, memiliki cadangan listrik dan pendinginan, serta mendukung liquid cooling, pendinginan udara, dan pengelolaan air berkelanjutan.
  • Operasional SMX01 memperluas jaringan SM+ menjadi 31 pusat data di 25 kota; perusahaan kini fokus onboarding pelanggan dan stabilisasi layanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kapasitas pusat data (data center) di Indonesia bertambah 21 megawatt (MW) seiring mulai beroperasinya SMX01 di kawasan pusat bisnis Jakarta. Fasilitas yang dikembangkan oleh SM+ Data Centers, Korea Investment Real Asset Management (KIRA), dan LG Sinar Mas (LGSM) tersebut telah mencapai status Ready for Service (RFS).

SMX01 disiapkan untuk memenuhi kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi, termasuk untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan layanan cloud. Kapasitas pusat data ini juga dapat diperluas secara modular mengikuti pertumbuhan permintaan pelanggan.

1. GMV ekonomi digital Indonesia hampir 100 miliar dolar AS

Kapasitas pusat data (data center) di Indonesia bertambah 21 megawatt (MW) seiring mulai beroperasinya SMX01 di kawasan pusat bisnis Jakarta. (Dok/Istimewa).

President Director dan Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, mengatakan pengembangan SMX01 mempertimbangkan perubahan kebutuhan komputasi, terutama seiring meningkatnya penggunaan AI.

"Kebutuhan komputasi kini semakin beragam. Sebagian masih menjalankan sistem konvensional, sementara sebagian lainnya mulai membutuhkan kapasitas dengan performa yang jauh lebih tinggi untuk AI. Karena itu, kami membangun SMX01 agar kapasitasnya dapat berkembang sejalan dengan pertumbuhan pasar dan kebutuhan pelanggan," ujar Herson dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Potensi pasar pusat data di Indonesia terbilang besar. Nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Asia Tenggara diperkirakan melampaui 300 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025. Sementara itu, GMV ekonomi digital Indonesia mendekati 100 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Dari sisi infrastruktur, kapasitas pusat data di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh 180 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 120 persen di kawasan Asia Pasifik lainnya.

2. Pendapatan aplikasi AI di Tanah Air tumbuh 127 persen pada semester I-2025

ilustrasi data center (pexels.com/Christina Morillo)

Dia menjelaskan, adopsi AI di Indonesia juga menunjukkan perkembangan pesat. Pendapatan aplikasi AI di Tanah Air tumbuh 127 persen pada semester I-2025 dibandingkan dengan semester I-2024. Angka tersebut merupakan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Untuk menunjang kebutuhan tersebut, SMX01 dirancang dengan sistem kelistrikan dan pendinginan yang mengacu pada standar hingga Tier IV. Fasilitas ini dilengkapi dengan sistem cadangan untuk menjaga keberlangsungan layanan saat terjadi gangguan maupun selama proses pemeliharaan.

3. Miliki 31 data center di 25 Kota, SM+ holdings perkuat infrastruktur digital RI

ilustrasi data center (freepik.com)

CEO LG Sinar Mas, Donghyup Han, mengatakan kesiapan pusat data dalam mendukung AI tidak hanya ditentukan oleh jumlah rak server, tetapi juga oleh kapasitas daya, sistem pendinginan, dan kemampuan struktur bangunan.

Selain itu, SMX01 dikembangkan sebagai pusat data carrier-neutral yang terhubung dengan berbagai penyedia layanan internet. Fasilitas ini memiliki empat titik akses jaringan dan terkoneksi dengan jaringan Edge data center milik SM+.

"Dari sisi efisiensi energi, SMX01 dirancang agar seluruh data hall dapat menggunakan teknologi liquid cooling maupun sistem pendinginan udara konvensional. Penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan pendinginan server dengan konsumsi daya tinggi," jelasnya.

SMX01 juga menerapkan sistem pendinginan chilled water dengan sirkulasi tertutup untuk mengurangi konsumsi air. Pengelolaan sumber daya turut didukung oleh pemanfaatan air hujan, pengolahan air limbah, serta pemantauan operasional.

CEO KIRA, Yong Sik Kim, mengatakan pencapaian status Ready for Service SMX01 menjadi tonggak penting bagi investasi jangka panjang perusahaan di sektor infrastruktur digital Indonesia. Menurut dia, beroperasinya fasilitas tersebut menandai peralihan investasi dari tahap pengembangan menjadi infrastruktur digital yang siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Sementara itu, jaringan SM+ Data Centers kini mencakup 31 pusat data di 25 kota di Indonesia, termasuk 30 Edge data center, dengan memperhitungkan akuisisi yang baru-baru ini diumumkan. Ketiga mitra menyebut SMX01 telah menarik minat calon pelanggan dari pasar global, regional, maupun domestik. Setelah resmi beroperasi, perusahaan akan berfokus pada proses onboarding pelanggan dan stabilisasi operasional.

Ke depan, SMX01 diharapkan menjadi ekosistem pusat data carrier-neutral yang menghubungkan penyedia layanan cloud, operator jaringan, perusahaan, serta pengembang AI. Model pengembangan fasilitas ini juga berpotensi diterapkan di lokasi lain untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pusat data di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article