Pramono: Jakarta Punya 102 Data Center, Tata Tanah Abang Pakai AI

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut 102 data center berada di Jakarta, hampir separuh dari total nasional, untuk mendukung penerapan AI dalam penanganan persoalan perkotaan.
- AI direncanakan diterapkan pada penataan kawasan Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Tanah Abang, sepanjang sekitar 2,3 kilometer.
- Revitalisasi Tanah Abang akan memakai AI untuk desain kawasan tanpa menggusur atau memindahkan warga, dengan harapan kondisi wilayah jauh lebih baik pada 2028.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, Jakarta memiliki posisi penting sebagai pusat data center di Indonesia. Dari total data center yang ada di Indonesia, sebanyak 102 berada di Jakarta.
Menurut Pramono, keberadaan infrastruktur tersebut dimanfaatkan untuk mendorong penerapan artificial intelligence (AI) secara langsung dalam penyelesaian persoalan perkotaan, salah satunya revitalisasi kawasan tanpa melakukan penggusuran.
"Jakarta ini sebagai pusat data center Indonesia sebenarnya. Ada 102 data center yang ada di Jakarta, hampir separuh dari jumlah keseluruhan data center yang ada di Indonesia dan secara khusus Jakarta ingin menerapkan program AI ini secara langsung di lapangan," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).
1. Kawasan Tanah Abang ditata dengan AI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI) Salah satu kawasan yang akan menjadi lokasi penerapan tersebut berada di Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pramono menyebut kawasan sepanjang sekitar 2,3 kilometer itu akan ditata dengan pendekatan AI.
"Sekarang sedang dirapatkan, disempurnakan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh apa, implementasi dari Artificial Intelligence untuk menyelesaikan persoalan kumuh yang ada di Jakarta," kata dia.
2. Revitalisasi tanpa gusur

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI) Pramono mengatakan, penataan kawasan tersebut dilakukan dengan pendekatan revitalisasi tanpa menggusur masyarakat yang sudah tinggal di sana. Terlebih, kawasan tersebut berada tidak jauh dari Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Kepresidenan.
"Maka betul-betul dalam melakukan pendekatan revitalisasi atau penyempurnaan tempat itu kami menggunakan AI, tidak melakukan penggusuran, dan harapannya di 2028 mudah-mudahan tempat tersebut sudah menjadi jauh lebih cantik," ujar dia.
3. Kawasan ditata tanpa pindahin warga

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI) Dia mengatakan, AI nantinya terutama digunakan untuk membantu desain dan menentukan bagaimana kawasan tersebut dapat diubah tanpa harus memindahkan warga.
"Jadi untuk penerapan AI ini terutama untuk desain dan juga untuk hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana merubah tempat itu tanpa kemudian melakukan penggusuran," kata Pramono.






















