Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pramono: Jakarta Punya 102 Data Center, Tata Tanah Abang Pakai AI

2 min read
Pramono: Jakarta Punya 102 Data Center, Tata Tanah Abang Pakai AI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut 102 data center berada di Jakarta, hampir separuh dari total nasional, untuk mendukung penerapan AI dalam penanganan persoalan perkotaan.
  • AI direncanakan diterapkan pada penataan kawasan Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Tanah Abang, sepanjang sekitar 2,3 kilometer.
  • Revitalisasi Tanah Abang akan memakai AI untuk desain kawasan tanpa menggusur atau memindahkan warga, dengan harapan kondisi wilayah jauh lebih baik pada 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, Jakarta memiliki posisi penting sebagai pusat data center di Indonesia. Dari total data center yang ada di Indonesia, sebanyak 102 berada di Jakarta.

Menurut Pramono, keberadaan infrastruktur tersebut dimanfaatkan untuk mendorong penerapan artificial intelligence (AI) secara langsung dalam penyelesaian persoalan perkotaan, salah satunya revitalisasi kawasan tanpa melakukan penggusuran.

"Jakarta ini sebagai pusat data center Indonesia sebenarnya. Ada 102 data center yang ada di Jakarta, hampir separuh dari jumlah keseluruhan data center yang ada di Indonesia dan secara khusus Jakarta ingin menerapkan program AI ini secara langsung di lapangan," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

  1. 1. Kawasan Tanah Abang ditata dengan AI

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026)
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)

    Salah satu kawasan yang akan menjadi lokasi penerapan tersebut berada di Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pramono menyebut kawasan sepanjang sekitar 2,3 kilometer itu akan ditata dengan pendekatan AI.

    "Sekarang sedang dirapatkan, disempurnakan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh apa, implementasi dari Artificial Intelligence untuk menyelesaikan persoalan kumuh yang ada di Jakarta," kata dia.

  2. 2. Revitalisasi tanpa gusur

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026)
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)

    Pramono mengatakan, penataan kawasan tersebut dilakukan dengan pendekatan revitalisasi tanpa menggusur masyarakat yang sudah tinggal di sana. Terlebih, kawasan tersebut berada tidak jauh dari Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Kepresidenan.

    "Maka betul-betul dalam melakukan pendekatan revitalisasi atau penyempurnaan tempat itu kami menggunakan AI, tidak melakukan penggusuran, dan harapannya di 2028 mudah-mudahan tempat tersebut sudah menjadi jauh lebih cantik," ujar dia.

  3. 3. Kawasan ditata tanpa pindahin warga

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok. Pemprov DKI)

    Dia mengatakan, AI nantinya terutama digunakan untuk membantu desain dan menentukan bagaimana kawasan tersebut dapat diubah tanpa harus memindahkan warga.

    "Jadi untuk penerapan AI ini terutama untuk desain dan juga untuk hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana merubah tempat itu tanpa kemudian melakukan penggusuran," kata Pramono.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More