Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anak Sulung Sukanto Tanoto Dikabarkan Beli Properti Rp2 T di Singapura

ilustrasi Singapura (pexels.com/Stacey Koenitz)
ilustrasi Singapura (pexels.com/Stacey Koenitz)
Intinya sih...
  • Andre Tanoto membeli 4 unit properti ritel di Singapura senilai Rp2,1 triliun.
  • Entitas terkait Altallo juga membeli 9 properti perumahan HDB senilai Rp1,2 triliun.
  • Altallo sedang melakukan uji tuntas eksklusif untuk potensi pembelian portofolio terbaru dari 11 aset ritel milik Mercatus.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Putra sulung dari konglomerat Sukanto Tanoto, yakni Andre Tanoto dikabarkan membeli empat unit properti ritel di Singapura.

Dilansir Business Times, Minggu (18/1/2026), transaksi dilakukan melalui Altallo Asset Management. Kabarnya, transaksi pembelian telah selesai, untuk empat unit ritel HDB (Housing & Development Board) berukuran besar di Bukit Merah Central dan dekat stasiun MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi pada Desember 2025.

Adapun total nilainya dikabarkan sekitar 160 juta dolar Singapura ke Atas, atau setara Rp2,1 triliun (kurs Rp13.126,19 per dolar Singapura).

Unit-unit tersebut dijual oleh Lian Beng Group. Sebelumnya, unit-unit itu diakuisisi Lian Beng Group seharga 151 juta dolar Singapura pada 2016 silam.

1. Dikabarkan beli properti perumahan Rp1,2 triliun

ilustrasi Singapura (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi Singapura (pexels.com/Pixabay)

Selain itu, entitas yang terkait dengan Altallo juga dikabarkan membeli 9 properti perumahan HDB dengan nilai sekitar 90 juta dolar Singapura atau sekitar Rp1,2 triliun.

Sembilan unit properti itu dimiliki oleh grup properti JBE. Grup itu membelinya dari unit NTUC Enterprise, Mercatus pada 2024 dengan harga sekitar 80 juta dolar Singapura.

Properti itu mencakup ruang komersial/ritel di Bukit Merah Central, Aljunied Avenue 2, Hougang Avenue 3 dan 4, Teck Whye Lane, dan Holland Drive.

Ada juga ruko di Tampines Street 11, Jurong West Street 41, dan Clementi Avenue 2. Kesembilan properti tersebut memiliki total luas sekitar 5.574 meter persegi.

2. Dikabarkan jadi calon pembeli mal 6 lantai di Singapura

ilustrasi Singapura (unsplash.com/Timo Volz)
ilustrasi Singapura (unsplash.com/Timo Volz)

Selain itu, Altallo dikabarkan sedang melakukan uji tuntas eksklusif untuk potensi pembelian portofolio terbaru dari 11 aset ritel milik Mercatus. Adapun 11 aset itu dipasarkan Mercatus pada kuartal IV-2025 dengan harga indikatif sekitar 307 juta dolar Singapura atau sekitar Rp4,03 triliun.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Altallo mungkin juga menjadi calon pembeli i12 Katong. Mereka telah melakukan uji tuntas terhadap mal tersebut; harganya dikabarkan sekitar 370 juta dolar Singapura atau sekitar Rp4,87 triliun.

Pusat perbelanjaan i12 Katong diam-diam dipasarkan sekitar November 2025 dengan harga yang diminta di atas 350 juta dolar Singapura. Harga itu turun drastis dari 470 juta dolar AS yang sebelumnya ditawarkan beberapa tahun lalu melalui proses pengajuan minat.

Para pengamat pasar mengatakan, calon pembeli mungkin memilih untuk mempertahankan aset yang ada. Mal enam lantai, yang memiliki dua lantai basement untuk parkir mobil, berada di lahan dengan masa sewa 99 tahun sejak Agustus 1979, yang menyisakan sisa masa sewa sekitar 52,5 tahun.

Properti tersebut dimiliki oleh Keppel. Di unit itu, ada penyewa seperti Golden Village, CS Fresh, PS Cafe, dan Core Collective.

3. Kaitan Andre Tanoto dengan Altallo

Ilustrasi uang kertas dolar Amerika Serikat. unsplash.com/Sharon McCutcheon
Ilustrasi uang kertas dolar Amerika Serikat. unsplash.com/Sharon McCutcheon

Altallo, yang didirikan tahun lalu dengan kegiatan bisnis utama pengelolaan dana, dimiliki oleh Roger Tan dan Seah Jun Hao. Pengamat industri menduga, dana di balik grup itu berasal dari sekelompok keluarga/investor, yang terbesar kemungkinan adalah Tanoto, yang berusia sekitar 40-an.

Andre adalah Warga negara Singapura, sekaligus anak tertua dari Sukanto Tanoto, yang mendirikan RGE (Royal Golden Eagle). Andre Tanoto adalah satu-satunya dari empat anak Tanoto yang tidak berada di dewan manajemen eksekutif RGE.

Andre Tanoto adalah ketua Yayasan Antica, yang didirikan pada 2025. Kegiatan utama di yayasan itu berupa kegiatan amal dan kegiatan pendukung lainnya yang ditujukan untuk pekerjaan kemanusiaan, adalah perusahaan publik terbatas berdasarkan jaminan, menurut penelusuran di portal Otoritas Akuntansi dan Regulasi Korporasi.

Andre Tanoto adalah anggota sekaligus direktur yayasan tersebut. Tan adalah anggota dan Seah adalah direktur. Kemudian, kantor Yayasan Antica berada di lantai yang sama di Shaw House di Orchard Road dengan kantor Altallo Asset Management.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Batasan Finansial yang Wajib Dibuat sebelum Mengajukan Paylater

18 Jan 2026, 15:01 WIBBusiness