Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax? Ini Faktanya

Benarkah Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax? Ini Faktanya
Tangkapan layar di Threads
Intinya Sih
  • Media sosial ramai soal struk BBM yang menampilkan harga asli Pertalite sekitar Rp16 ribu per liter, memicu pertanyaan karena lebih tinggi dari harga jual Pertamax.
  • Pertamina menjelaskan harga Pertamax ditahan pemerintah demi stabilitas, meski secara keekonomian seharusnya lebih mahal dibandingkan Pertalite tanpa subsidi.
  • Pemerintah fokus memberikan subsidi pada Pertalite untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda perekonomian nasional tetap berjalan stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Media sosial (medsos) tengah diramaikan oleh unggahan foto struk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang menampilkan rincian harga asli Pertalite mencapai Rp16 ribuan per liter.

Angka tersebut memicu pertanyaan publik karena terlihat lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax saat ini yang berada di kisaran Rp12.300 seperti di Jabodetabek.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun memberikan klarifikasi terkait perbedaan nilai keekonomian dan harga jual di lapangan.

1. Harga Pertamax masih ditahan demi stabilitas

73e5b9e6-4bd0-4625-8437-cdd734aae082.jpeg
Melalui aplikasi MyPertamina, konsumen dapat menikmati potongan Rp500 per liter untuk pembelian Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, maupun Pertamax dengan total hemat hingga Rp20 ribu. (Dok. Pertamina)

​Roberth menjelaskan Pertamax sebenarnya tergolong Jenis BBM Umum (JBU) yang harganya mengikuti fluktuasi pasar dan tidak mendapatkan subsidi. Namun, Pertamina tidak mengubah harga Pertamax per 1 April 2026. Hal itu dilakukan demi menjaga kondisi dalam negeri agar tetap kondusif dan stabil. Keputusan itu diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina selaku badan usaha milik negara (BUMN).

"​Pemerintah berkordinasi dengan Pertamina agar tidak dilakukan penyesuaian harga per 1 April 2026. Kenapa? Karena Pertamax ada untuk digunakan juga bagi masyarakat menegah yang mampu. Sementara (Pertamax) Turbo dan lain-lain adalah untuk yang menegah ke atas (kaya)," katanya Kamis (7/5/2026).

2. Harga asli Pertamax lebih mahal dari Pertalite

WhatsApp Image 2025-08-15 at 19.06.25.jpeg
Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Roberth menjelaskan jika harga Pertamax merujuk pada nilai keekonomian yang sebenarnya, maka harganya dipastikan bakal jauh lebih tinggi dibandingkan harga Pertalite tanpa subsidi. Dia memberikan gambaran melalui perbandingan harga produk lain. Saat harga Pertamax berada di angka Rp12.300, selisihnya dengan Pertamax Turbo yang seharga Rp13.100 tergolong tipis.

Namun, ketika saat ini harga Pertamax Turbo sudah menyentuh Rp19.900, masyarakat bisa memperkirakan sendiri berapa sebenarnya estimasi harga asli Pertamax jika tidak ada intervensi.

"Nah ini yang kadang mis terlupakan bahwa harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah didalamnya dan juga Pertamina," ujarnya.

3. Subsidi Pertalite difokuskan untuk menjaga daya beli

Ilustrasi SPBU, Pertamax, Pertalite (IDN Times/Shemi)
Ilustrasi SPBU, Pertamax, Pertalite (IDN Times/Shemi)

Terkait penetapan subsidi, Roberth menegaskan kebijakan tersebut sudah melalui kajian mendalam oleh pemerintah. Subsidi difokuskan pada Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yaitu Pertalite, karena jenis itu yang paling banyak digunakan masyarakat.

Tujuan utama pemberian subsidi Pertalite adalah untuk menjaga kestabilan nasional, khususnya dalam mempertahankan daya beli masyarakat serta memastikan roda perekonomian tetap berjalan.

"Pemberian subsidi adalah untuk menjaga kestabilan nasional dari sisi menjaga daya beli dan roda perekonomian masyarakat," kata Roberth.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More