ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
Agar dapat mengejar pertumbuhan 7–8 persen sekaligus merealisasikan target pembangunan nasional, orientasi kebijakan perlu diubah total menjadi berorientasi keluar (outward looking).
Sektor industri harus diberi insentif, fasilitas infrastruktur, serta birokrasi yang efisien agar mampu menembus rantai pasok global dan menarik investasi asing atau foreign direct investment (FDI).
Menurut Didik, Indonesia sebetulnya memiliki rekam jejak sukses pada era 1980-an yang sanggup mencetak pertumbuhan tinggi selama dua dekade berkat keberanian mendorong industri berbasis ekspor.
"Untuk menuju pertumbuhan 7-8 persen seperti Vietnam, perubahan orientasi kebijakan ekonomi dari inward looking menjadi outward looking mutlak harus dilakukan," tutur Didik.