Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RI-Malaysia Kaji Ulang Kerangka Kerja Sama Perbatasan
Persidangan ke-19 Sekretariat Bersama (SEKBER) KK/JKK SOSEK MALINDO. (Dok. Kemendagri)
  • Indonesia dan Malaysia meninjau ulang kerangka kerja sama sosial ekonomi perbatasan melalui Persidangan Ke-19 SEKBER KK/JKK Sosek Malindo di Bandung, dengan fokus pada revisi Terms of Reference organisasi.
  • Pertemuan ini juga menandai pergantian Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia dari Azizah Binti Mohamed Said kepada Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim, yang memimpin delegasi Malaysia.
  • Hasil persidangan diharapkan menjadi dasar rekomendasi untuk memperkuat tindak lanjut kesepakatan kerja sama perbatasan, termasuk operasional Pos Lintas Batas Temajuk dan pembahasan isu sosial ekonomi strategis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia dan Malaysia mulai meninjau ulang format kerja sama sosial ekonomi di kawasan perbatasan. Hal itu dilakukan melalui Persidangan ke-19 Sekretariat Bersama (SEKBER) KK/JKK Sosek Malindo yang berlangsung di Bandung.

Fokus utama pertemuan itu adalah mengubah Terms of Reference (TOR) organisasi. Revisi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan High Level Committee (HLC) Malaysia-Indonesia tahun 2025 yang menuntut agar kerja sama kedua negara memberikan hasil yang lebih terukur bagi warga di wilayah perbatasan.

Ketua Sekretariat KK Sosek Indonesia sekaligus Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara (Waskoban) Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Amran mengatakan selain revisi aturan kerja sama, persidangan tersebut membahas rencana operasional Pos Lintas Batas (PLB) di Temajuk, Kalimantan Barat, yang segera melalui tahap soft launching.

"Besar harapan kami agar Persidangan Sekretariat Bersama kali ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang membangun, termasuk terkait revisi ToR KK/JKK Sosek Malindo, guna meningkatkan kemajuan kerja sama perbatasan Indonesia-Malaysia," kata Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

1. Melibatkan sejumlah daerah perbatasan kedua negara

peta Kalimantan (Google Maps)

Persidangan Ke-19 SEKBER KK/JKK Sosek Malindo diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri melalui Direktorat Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara (Waskoban).

Sosek Malindo merupakan forum kerja sama sosial ekonomi Indonesia dan Malaysia yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Forum tersebut menjadi wadah pembahasan berbagai isu di kawasan perbatasan kedua negara dan diketuai Safrizal ZA selaku Ketua KK SOSEK Indonesia.

Persidangan kali ini dipimpin Amran sebagai Ketua Sekretariat KK Sosek Indonesia. Sementara delegasi Malaysia dipimpin Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim, Pengarah Bahagian Pengurusan Sempadan Darat Majlis Keselamatan Negara Malaysia, yang menjabat Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia.

Pertemuan turut dihadiri perwakilan dari Sarawak, Sabah, dan Melaka di Malaysia serta Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara dari Indonesia.

"Persidangan Sekretariat Bersama ini memiliki peran penting bagi kedua negara dalam membahas isu-isu strategis sosial ekonomi di kawasan perbatasan yang nantinya akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan Tim Teknik di tingkat Provinsi-Negeri dan dalam rangka mempersiapkan Sosek Malindo Tingkat Pusat," ujar Amran.

2. Malaysia resmi ganti ketua sekretariat

bendera Malaysia (unsplash.com/Izdihar Sahalan)

Persidangan tersebut juga menandai pergantian kepemimpinan di pihak Malaysia. Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim resmi menjabat sebagai Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia menggantikan Azizah Binti Mohamed Said.

Mohamad Badrie merupakan Pengarah Bahagian Pengurusan Sempadan Darat, Majlis Keselamatan Negara Malaysia. Sementara Azizah sebelumnya memimpin Sekretariat JKK Sosek Malaysia dalam kerja sama sosial ekonomi kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Persidangan Ke-19 SEKBER KK/JKK Sosek Malindo juga berlangsung setelah Pertemuan Ke-17 Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Malaysia yang digelar di Jakarta pada 3 Juni 2026.

Pertemuan JCBC tersebut menjadi salah satu agenda bilateral yang mendahului pembahasan kerja sama sosial ekonomi Indonesia dan Malaysia di kawasan perbatasan.

3. Landasan untuk kesepakatan mendatang

Gambar ilustrasi kerja sama bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa dalam kesepakatan IEU-CEPA

​Hasil Persidangan Ke-19 SEKBER KK/JKK Sosek Malindo diharapkan menjadi landasan rekomendasi untuk menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dihasilkan dalam Persidangan Ke-40 KK/JKK Sosek Malindo Tahun 2025.

Rekomendasi yang dihasilkan dalam persidangan ini nantinya akan menjadi bahan masukan dalam sidang-sidang KK/JKK Sosek Malindo berikutnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai agenda kerja sama yang telah disepakati dapat terus ditindaklanjuti.

Persidangan Ke-19 SEKBER KK/JKK Sosek Malindo mempertemukan delegasi Indonesia dan Malaysia untuk membahas sejumlah isu sosial ekonomi di kawasan perbatasan, termasuk operasionalisasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kalimantan Barat dan revisi Terms of Reference (TOR) KK/JKK Sosek Malindo.

Editorial Team

Related Article