Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI Pangkas Ekspor Gas, PM Singapura: Harap Hormati Kontrak!
Joint press statement Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
  • Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk mengalihkan pasokan bagi kebutuhan listrik domestik.

  • Lawrence Wong meminta seluruh pihak menghormati kontrak komersial, sementara Singapura memperkuat pilihan pasokan melalui terminal LNG.

  • Singapura juga mengkaji energi nuklir dan dijadwalkan menjalani penilaian kesiapan oleh IAEA pada 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (22/10/2026)

Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana evaluasi kontrak energi dengan negara lain saat peresmian penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha–South.

Sabtu (24/10/2026)

Indonesia mulai memangkas ekspor gas ke Singapura. Pengurangan tersebut mencakup 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra.

Minggu (25/10/2026)

Lawrence Wong meminta seluruh pihak memenuhi komitmen dalam kontrak komersial pasokan gas dan menyebut importir Singapura akan melindungi hak serta kepentingannya.

2027

Singapura dijadwalkan memulai penilaian IAEA untuk mengukur kesiapan mengambil keputusan mengenai penggunaan energi nuklir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk mengalihkan pasokan bagi kebutuhan listrik dalam negeri.
  • Who?
    Indonesia, Singapura, Perdana Menteri Lawrence Wong, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
  • Where?
    Pasokan gas berasal dari Natuna dan Sumatra, dengan jaringan pipa yang terhubung ke Singapura.
  • When?
    Pemangkasan ekspor dimulai pada Sabtu (24/10/2026). Pernyataan Lawrence Wong dikutip pada Minggu (25/10/2026).
  • Why?
    Indonesia mengalihkan pasokan gas untuk kebutuhan listrik dalam negeri. Singapura menyoroti kewajiban kontrak komersial.
  • How?
    Pasokan dari Natuna dikurangi 15 BBTUD dan dari Sumatra 16 BBTUD. Singapura mengantisipasi gangguan melalui terminal LNG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia mengurangi gas yang dikirim ke Singapura supaya gasnya bisa dipakai untuk listrik di dalam negeri. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong meminta semua orang menaati kontrak gas. Singapura punya terminal LNG dan sedang memikirkan energi nuklir. Pemeriksaan kesiapan energi nuklir akan dimulai pada 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemangkasan pasokan mendorong penataan penggunaan gas untuk kebutuhan listrik dalam negeri, sementara Singapura memiliki terminal LNG sebagai pilihan untuk mengelola gangguan pasokan. Di sisi lain, pembahasan energi nuklir dan penilaian IAEA dapat menjadi bagian dari proses Singapura dalam mempertimbangkan sumber listrik yang lebih bersih dan andal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong meminta seluruh pihak yang terikat kontrak komersial pasokan gas untuk memenuhi komitmen mereka, setelah Indonesia mulai memangkas ekspor gas ke negara tersebut pada Sabtu (24/10/2026).

Wong mengatakan, pemangkasan pasokan gas dari Indonesia tidak mengubah kewajiban para pihak yang telah menandatangani kontrak komersial. Ia juga menyebut importir gas Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya.

“Pasokan gas ini dilindungi oleh kontrak komersial. Kami berharap semua pihak memenuhi komitmen mereka, dan importir gas Singapura akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak tersebut,” kata Wong, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (25/10/2026).

Indonesia mulai memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 miliar satuan termal Inggris per hari (billion British thermal units per day/BBTUD). Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengalihkan pasokan gas bagi kebutuhan listrik dalam negeri.

1. Singapura sebut pemangkasan pasokan kurang dari 2 persen

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (AFP/Yasuyoshi Chiba)

Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) menyatakan, pengurangan pasokan gas sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) setara dengan kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian Singapura. Meski demikian, pasokan dari Indonesia memiliki peran penting bagi Singapura. Sekitar 95 persen listrik di negara tersebut dihasilkan menggunakan gas alam.

Singapura juga mengimpor sebagian besar gas alamnya melalui jaringan pipa dari Indonesia. Karena itu, pemangkasan pasokan menjadi salah satu tantangan bagi upaya negara tersebut menjaga ketahanan energi.

Wong mengatakan, pemerintah Singapura telah mengantisipasi risiko gangguan pasokan energi dengan berinvestasi pada terminal gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Keberadaan terminal LNG memungkinkan Singapura mengimpor gas dari berbagai negara tanpa harus bergantung pada jaringan pipa. Dengan demikian, Singapura memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola gangguan pasokan.

2. Singapura kaji energi nuklir untuk jamin pasokan listrik

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Selain memperkuat infrastruktur LNG, Wong mengatakan, Singapura perlu mulai mempertimbangkan sumber energi yang lebih bersih dan mampu menyediakan listrik secara andal sepanjang waktu. Salah satu opsi yang tengah dikaji pemerintah Singapura adalah energi nuklir.

Wong mengakui, terdapat kekhawatiran mengenai keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir di negara kecil dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Singapura.

“Kami memahami adanya kekhawatiran mengenai keamanan energi nuklir di negara kecil dan padat penduduk seperti Singapura. Kami menanggapi kekhawatiran tersebut dengan sangat serius. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Meski demikian, Wong menegaskan Singapura tidak seharusnya menutup kemungkinan penggunaan energi nuklir hanya karena opsi tersebut sulit atau kontroversial. Menurutnya, pemerintah perlu menilai risiko dan konsekuensi secara cermat, melibatkan masyarakat, serta mengambil keputusan yang tepat untuk menjamin masa depan energi Singapura.

Singapura dijadwalkan memulai penilaian oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada 2027 untuk mengukur kesiapan negara tersebut dalam mengambil keputusan mengenai penggunaan energi nuklir.

Penilaian itu dikenal sebagai Integrated Nuclear Infrastructure Review (INIR), yang terdiri dari sejumlah tahapan dan target untuk membantu negara memahami komitmen serta kewajiban dalam mengembangkan program nuklir.

3. Indonesia alihkan pasokan gas untuk kebutuhan domestik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kiri) berjabat tangan dengan Head of Middle and Far East Region ENI Ciro Pagano (kedua kanan) disaksikan Managing Director ENI Indonesia Mirko Araldi (kanan) dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto (kiri) saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, Indonesia mulai memangkas ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10). Pemangkasan tersebut mencakup pasokan gas dari Natuna sebesar 15 BBTUD dan Sumatra sebesar 16 BBTUD.

“Kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatra 16 BBTUD,” kata Djoko, dikutip dari ANTARA, Sabtu (24/10).

Djoko menegaskan, kebijakan tersebut tidak menyasar negara lain karena jaringan pipa gas yang dimaksud hanya terhubung ke Singapura.

“Gak ada (negara lain). Pipanya kan ke Singapura aja,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan akan mengevaluasi kontrak energi dengan negara lain. Evaluasi tersebut juga mencakup kemungkinan menghentikan ekspor energi ke negara yang dinilai tidak menghargai Indonesia.

Bahlil menyampaikan hal itu saat peresmian penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha–South pada Kamis (22/10).

“Ya, saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” kata Bahlil, dikutip dari kanal YouTube Kementerian ESDM.

Curated For You

Editorial Team

Related Article