Investasi semester I 2025 tersebut tercatat menyerap 1,25 juta tenaga kerja pada paruh pertama tahun ini. Sementara, investasi asing (PMA) tercatat mencapai Rp432,6 triliun atau 45,9 persen. Investasi di luar Pulau Jawa masih lebih besar atau senilai Rp476 triliun atau 50,5 persen dari total investasi.
Rosan Roeslani: Target Investasi Tahun Depan Capai Rp2.175,2 Triliun

Target investasi periode 2025-2029 capai Rp13.032,8 triliun
Realisasi investasi periode 2014–2024 mencapai Rp9.900 triliun
Indonesia memiliki Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara untuk menarik investor asing
Realisasi investasi semester I capai Rp942,9 triliun
Tumbuh 13,6 persen dibandingkan Semester I 2024
Investasi asing (PMA) mencapai Rp432,6 triliun atau 45,9 persen dari total investasi
Investasi terbesar masih di pulau Jawa
Jakarta, IDN Times - Pemerintah menetapkan target investasi nasional pada tahun depan sebesar Rp2.175,25 triliun. Angka ini meningkat 14,2 persen dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengatakan target tersebut telah disusun berdasarkan perhitungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Kalau kita lihat lagi, target pada tahun 2026 yang diharapkan oleh Bappenas kepada kami adalah Rp2.175,25 triliun, atau peningkatan sebesar 14,2 persen dari tahun sebelumnya," ujar Rosan dikutip, Sabtu (16/8/2025).
1. Target investasi periode 2025-2029 capai Rp13.032,8 triliun

Meski demikian, ia mengaku tidak khawatir untuk mencapai target investasi tersebut karena tren peningkatan target dan realisasi investasi telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Selama periode 2014–2024, realisasi investasi tercatat mencapai Rp9.900 triliun. Sementara itu, untuk periode 2025–2029, pemerintah menargetkan nilai investasi melonjak menjadi Rp13.032,8 triliun.
Berbagai capaian kenaikan investasi akan menimbulkan keyakinan atau confidence dari para investor, terutama investor asing. Terlebih, Indonesia kini memiliki Sovereign Wealth Fund (SWF), yakni Danantara yang memungkinkan pemerintah berinvestasi bersama dengan mitra luar negeri di proyek-proyek yang menjanjikan return baik sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
“Dengan adanya Danantara, menimbulkan keyakinan dari investor, baik luar negeri, saat mereka datang ke Indonesia. Karena sekarang mereka mengetahui bahwa kita, lewat SWF (Sovereign Wealth Fund), juga bisa berinvestasi bersama mereka dalam proyek-proyek yang dinilai membawa keuntungan yang baik serta berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja,” beber Rosan.
2. Realisasi investasi semester I capai Rp942,9 triliun

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi, realisasi investasi semester I 2025 mencapai Rp942,9 triliun, tumbuh 13,6 persen dibandingkan Semester I 2024. Kenaikan investasi paruh pertama tahun ini dipengaruhi investasi senilai Rp477,7 triliun pada Kuartal II 2025, atau naik 11,5 persen dibandingkan Kuartal II 2024.
3. Investasi terbesar masih di pulau Jawa

Namun, empat dari lima provinsi dengan penanaman modal terbesar selama Januari-Juni 2025 tetap di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat senilai Rp141 triliun, Jakarta senilai Rp140,8 triliun, Jawa Timur senilai Rp74,7 triliun, dan Banten senilai60,7 triliun.
Provinsi di luar Pulau Jawa dengan nilai investasi tertinggi pada semester pertama tahun ini adalah Sulawesi Tengah senilai Rp64,2 triliun. Provinsi tersebut juga menduduki peringkat kedua jika dari sisi investasi asing, yakni hingga 3,7 miliar dolar AS.



![[QUIZ] Dari Tanggal Lahirmu, Ini Ide Franchise yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240228/lisanto-fjxa21l-ihw-unsplash-a5b9962b3fc7f3cf62c097d65b42212c.jpg)


![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)



![[QUIZ] Dari MBTI, Ini Ide Bisnis yang Cocok untuk Kepribadian Ekstrovert](https://image.idntimes.com/post/20240320/tim-mossholder-zhffvw2u93u-unsplash-90788451079a40c7884ed313ca93232a.jpg)







