Royalti Spotify Tembus Rp184,5 Triliun di 2025, Terbesar dalam Sejarah

- Spotify beri royalti Rp184,5 triliun pada 2025Pembayaran royalti Spotify pada 2025 melonjak lebih dari 10 persen dibandingkan 2024, mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS (Rp184,5 triliun) kepada industri musik.
- Spotify dorong musik indie kuasai 50 persen royalti 2025Artis dan label independen menyumbang setengah dari seluruh royalti Spotify sepanjang 2025, mencerminkan ekspansi pesat ekosistem musik indie di platform streaming.
- Spotify unggul saingi YouTube Music dan Apple Music di royalti musik
Spotify fokus mempertahankan dan menarik talenta musik baru melalui transparansi dan pembayaran royalti.
Jakarta, IDN Times - Platform streaming musik asal Swedia, Spotify, mengumumkan telah membayarkan lebih dari 11 miliar dolar AS (Rp184,5 triliun) kepada industri musik sepanjang 2025. Angka ini menandai kontribusi tahunan terbesar dari retailer musik mana pun dalam sejarah industri.
Peningkatan pembayaran rekor ini mencerminkan pertumbuhan signifikan Spotify di tengah persaingan ketat dengan platform seperti YouTube Music dan Apple Music. Total pembayaran Spotify kepada industri musik sejak diluncurkan pada 2008 kini telah mencapai 70 miliar dolar AS (Rp1,1 kadriliun) secara kumulatif.
1. Spotify beri royalti Rp184,5 triliun pada 2025

Pembayaran royalti Spotify pada 2025 melonjak lebih dari 10 persen dibandingkan 2024, mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS (Rp184,5 triliun) kepada industri musik. Jumlah ini melampaui pencapaian tahun sebelumnya sebesar 1 miliar dolar AS (Rp16,7 triliun) untuk kedua kalinya berturut-turut, menjadikannya pembayaran tahunan terbesar dari retailer mana pun ke industri musik.
Charlie Hellman, Kepala Divisi Musik Spotify, menekankan dampak signifikan dari pencapaian ini dalam postingan blog perusahaan.
"Artis dan label independen sekali lagi mewakili separuh dari seluruh royalti," ujar Hellman pada Rabu (28/1/2026), dilansir Variety.
Platform Swedia ini menyalurkan dua pertiga pendapatan dari segmen musik kembali ke industri, hampir 70 persen dari total intake perusahaan. Porsi tersebut memungkinkan Spotify terus berinvestasi dalam ekspansi konten seperti podcast, video musik, dan audiobook. Strategi ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan sambil mempertahankan kontribusi besar bagi ekosistem musik global.
2. Spotify dorong musik indie kuasai 50 persen royalti 2025

Artis dan label independen menyumbang setengah dari seluruh royalti Spotify sepanjang 2025, mencerminkan ekspansi pesat ekosistem musik indie di platform streaming. Charlie Hellman, Kepala Divisi Musik Spotify, menyebut fenomena ini sebagai ekspansi berkelanjutan musik indie dalam lanskap streaming
Spotify kini menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan musik rekaman global.
"Pembayaran kami naik lebih dari 10 persen tahun lalu, sementara aliran pendapatan lain di industri hanya tumbuh sekitar 4 persen, menjadikan Spotify katalis utama pertumbuhan pendapatan pada 2025," tambah Hellman, dilansir Yahoo Finance.
Pembayaran kumulatif Spotify kepada industri musik telah mencapai 70 miliar dolar AS (Rp1,1 kuadriliun) sejak 2008, didorong oleh pertumbuhan konsisten pengguna premium dan pengguna aktif bulanan. Prestasi ini menegaskan posisi dominan Spotify sebagai penggerak utama transformasi ekonomi musik digital global.
3. Spotify unggul saingi YouTube Music dan Apple Music di royalti musik

Spotify bersaing ketat dengan YouTube Music dan Apple Music di sektor streaming musik global yang semakin kompetitif. Pada Oktober 2025, YouTube melaporkan pembayaran royalti lebih dari 8 miliar dolar AS (Rp134,1 triliun) untuk periode Juli 2024-Juni 2025, menunjukkan persaingan sengit antar platform utama.
Spotify fokus mempertahankan dan menarik talenta musik baru melalui transparansi dan pembayaran royalti yang kompetitif. Platform asal Swedia ini mengalokasikan sebagian besar pendapatannya kembali ke industri musik, sebagaimana dinyatakan dalam blog resminya.
"Spotify membayar dua pertiga dari semua pendapatan musik, hampir 70 persen dari total intake industri," ujar Charlie Hellman, Kepala Divisi Musik Spotify.














