Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.520 per dolar ASpada perdagangan Kamis (10/9/2026)
Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.520 per dolar ASpada perdagangan Kamis (10/9/2026)
Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin.
Sejumlah mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:
Yuan China melemah 0,01 persen
Rupee India melemah 0,30 persen
Dolar Taiwan melemah 0,10 persen
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Namun, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas seiring investor yang cenderung bersikap wait and see terhadap sejumlah data ekonomi penting.
"Pelaku pasar akan mencermati data penjualan ritel Indonesia periode Juli 2026 serta data inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Federal Reserve," jelasnya.
Ia mengatakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh respons investor terhadap perkembangan ekonomi domestik dan global, khususnya prospek kebijakan suku bunga The Fed. Investor juga akan mencermati hasil data penjualan ritel Indonesia dan inflasi produsen AS sebagai petunjuk mengenai arah perekonomian dan kebijakan moneter ke depan.
Jika data ekonomi AS menunjukkan tekanan inflasi yang masih tinggi, ruang penguatan rupiah dapat kembali terbatas karena pasar berpotensi memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
"Di tengah sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.450 hingga Rp17.600 per dolar AS," jelasnya.