Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.873 per dolar AS pada perdagangan Rabu(12/08/2026)
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka melemah 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan kemarin.

Daftar mata uang di Asia bergerak melemah dengan rincian
Bath Thailand melemah 0,06 persen
Yuan China melemah 0,01 persen
Rupee India melemah 0,15 persen
Pesso Filipina melemah 0,17 persen
Won Korea melemah 0,30 persen
Dolar Singapura melemah 0,09 persen
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, perkembangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.
Menurut dia, laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif. Namun, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi.
"Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memberikan sinyal beragam," ujar Lukman.
Di sisi lain, pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS pada malam ini. Data tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Dari dalam negeri, investor juga mencermati pengumuman tinjauan MSCI yang berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar Indonesia. Sebelumnya, MSCI menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menentukan arah aset domestik.
"Rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.