Rupiah Anjlok ke Rp17.861, Isu Rebalancing MSCI dan IKK Jadi Pemicu

- Rupiah melemah 106 poin atau 0,60 persen dan ditutup pada Rp17.861 per dolar AS.
- Pasar mencermati tinjauan MSCI serta penurunan Indeks Keyakinan Konsumen dari Juni ke Juli 2026.
- Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah pada perdagangan Rabu.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami pelemahan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (11/8/2026) sore.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 106 poin atau 0,60 persen ke level Rp17.861 per dolar AS. Angka tersebut anjlok dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.755 per dolar AS.
1. Isu rebalancing MSCI buat pasar waspada
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pasar bersikap waspada terhadap agenda tinjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026. Penyesuaian atau penyeimbangan ulang (rebalancing) portofolio saham akan mulai berlaku setelah 31 Agustus.
"Pasar bersikap waspada terhadap agenda tinjauan MSCI untuk bulan Agustus 2026 yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026, di mana perubahan penyeimbangan ulang (rebalancing) akan mulai berlaku setelah 31 Agustus," katanya.
2. Penurunan keyakinan konsumen turut beri tekanan
Di sisi lain, Ibrahim mengungkapkan investor juga merespon negatif rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru yang menunjukkan penurunan dari level 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026.
Capaian IKK Juli 2026 di level 116,8 merupakan yang terendah sejak September 2025 yang berada di angka 115. Survei bulanan yang dilakukan oleh BI itu mengukur optimisme serta keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan.
"Apabila dibandingkan dengan posisi awal tahun atau Januari 2026 (127), IKK sudah mengalami penurunan 10,2 poin," tuturnya.
3. Rupiah diproyeksikan lanjut melemah pada Rabu
Menurutnya, tekanan sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI, sehingga meredakan kekhawatiran pelaku pasar terkait isu kepemimpinan bank sentral.
Dia memproyeksikan untuk perdagangan Rabu (12/8/2026), dia memproyeksikan mata uang rupiah masih akan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah dalam kisaran rentang Rp17.860 hingga Rp17.970 per dolar AS.



















