Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu dalam. Hal ini ditopang oleh rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan pada Kamis (5/11), sehingga dapat memberikan sentimen positif bagi mata uang domestik.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi AS, terutama data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis malam ini. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
"Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp18.050-Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.